1 Oktober 1997. Ya, itu lebih dari 10 tahun yang lalu. Saya dan keluarga (Rennie dan Randy yang saat itu baru berumur 1,5 th) saat pertama kami tiba di Hanoi. Ketika itu kami tinggal di Madison Hotel yang berada di Bui Thi Xuan Street selama 2 minggu. Hotel itu sendiri, beberapa tahun kemudian, oleh pemiliknya, Keluarga Doan Van An disewakan kepada seseorang untuk dijadikan klinik.
Setelah dua minggu tinggal di hotel, kami pindah ke sebuah apartemen Blok D-1 di bilangan diplomatic quarter (Van Phuc Diplomatic Quarter), di Kim Ma Street, Ba Dinh District, Hanoi atas referensi dan bantuan rekan Vietnam sekantor saya, Vu Chi Dzung (saat ini ybs menjadi salah satu direktur di Hyundai Motor Vietnam). Atas bantuan Dzung itu, meskipun saya dari swasta, dapat tinggal di komplek diplomatik yang dikelola oleh Deplu Vietnam itu.
Seingat saya, saat itu kurs 1 dolar (USD) terhadap VND (Vietnam Dong) sekitar 11.000, sedang kurs 1 dolar terhadap Rupiah (IDR) sekitar 3.300 (1 IDR = 3,33). Namun, saat ini VND semakin menguat terhadap IDR, karena kurs 1 dolar = 16.100 sedang 1 dolar = 9.300 atau 1 IDR = 1,73! Jadi, mata uang kita semakin melemah terhadap mata uang negeri Paman Ho itu.
19 Mei 2000. Sekitar 2 minggu sebelum kelahiran Rania, kebetulan tanggal lahir Rania 19 Mei sama dengan tanggal kelahiran pemimpin revolusioner Vietnam yang sangat dihormati, Ho Chi Minh, kami pindah apartemen dari Blok D1-401 ke Blok B3-101. Kami sengaja pindah tempat agar mendapatkan tambahan kamar tidur, maklum saat tinggal di D1 kami hanya memiliki satu kamar tidur, sedang di B3 ada dua kamar tidur.
Belum genap setahun tinggal di Blok B3 itu, kami diminta oleh pihak pengelola apartemen untuk pindah ke Blok A1-205, dengan iming-iming, kondisi rumah dan kamar yang lebih baik dan semua biaya pindah, termasuk pemasangan sambungan telpon dan lain sebagianya atas tanggungan pengelola.
Hanya sekitar dua tahun kami tinggal di Blok A1-205, seiring bertambah besarnya Randy dan Rania, maka kami pindah lagi, masih di Blok yang sama, tetapi ke lantai yang lebih tinggi, yaitu di Room No. 507-508 (dengan 3 kamar tidur).
Apakah itu 'pindah-pindahan' kami yang terakhir selama kami tinggal di Hanoi? Ternyata tidak. berawal dari pertemuan Rennie dengan Laurence (mamanya Bibi, temannya Randy di French School) maka kami pindah ke Hanoi International Water Suplly Village di Vila No. B3. Tempat baru itu terletak di kawasan Cau Giay, tepatnya di Jalan Doan Ke Thien, Mai Dich.
Kami sangat menyukai tempat 'baru' ini. Alasannya? Lingkungannya, sangat asri dan tenang. Itu yang membuat anak-anak, dan ayah-ibunya juga, sangat senang tinggal di tempat baru itu karena ada fasilitas kolam renang, play ground, tennis court, mini golf driving range, dan anak-anak dapat bermain sepeda tanpa takut ada kendaraan yang lalu-lalang sebagaimana ketika masih tinggal di Van Phuc Diplomatic Apartment dulu.
Setelah dua minggu tinggal di hotel, kami pindah ke sebuah apartemen Blok D-1 di bilangan diplomatic quarter (Van Phuc Diplomatic Quarter), di Kim Ma Street, Ba Dinh District, Hanoi atas referensi dan bantuan rekan Vietnam sekantor saya, Vu Chi Dzung (saat ini ybs menjadi salah satu direktur di Hyundai Motor Vietnam). Atas bantuan Dzung itu, meskipun saya dari swasta, dapat tinggal di komplek diplomatik yang dikelola oleh Deplu Vietnam itu.
Seingat saya, saat itu kurs 1 dolar (USD) terhadap VND (Vietnam Dong) sekitar 11.000, sedang kurs 1 dolar terhadap Rupiah (IDR) sekitar 3.300 (1 IDR = 3,33). Namun, saat ini VND semakin menguat terhadap IDR, karena kurs 1 dolar = 16.100 sedang 1 dolar = 9.300 atau 1 IDR = 1,73! Jadi, mata uang kita semakin melemah terhadap mata uang negeri Paman Ho itu.
19 Mei 2000. Sekitar 2 minggu sebelum kelahiran Rania, kebetulan tanggal lahir Rania 19 Mei sama dengan tanggal kelahiran pemimpin revolusioner Vietnam yang sangat dihormati, Ho Chi Minh, kami pindah apartemen dari Blok D1-401 ke Blok B3-101. Kami sengaja pindah tempat agar mendapatkan tambahan kamar tidur, maklum saat tinggal di D1 kami hanya memiliki satu kamar tidur, sedang di B3 ada dua kamar tidur.
Belum genap setahun tinggal di Blok B3 itu, kami diminta oleh pihak pengelola apartemen untuk pindah ke Blok A1-205, dengan iming-iming, kondisi rumah dan kamar yang lebih baik dan semua biaya pindah, termasuk pemasangan sambungan telpon dan lain sebagianya atas tanggungan pengelola.
Hanya sekitar dua tahun kami tinggal di Blok A1-205, seiring bertambah besarnya Randy dan Rania, maka kami pindah lagi, masih di Blok yang sama, tetapi ke lantai yang lebih tinggi, yaitu di Room No. 507-508 (dengan 3 kamar tidur).
Apakah itu 'pindah-pindahan' kami yang terakhir selama kami tinggal di Hanoi? Ternyata tidak. berawal dari pertemuan Rennie dengan Laurence (mamanya Bibi, temannya Randy di French School) maka kami pindah ke Hanoi International Water Suplly Village di Vila No. B3. Tempat baru itu terletak di kawasan Cau Giay, tepatnya di Jalan Doan Ke Thien, Mai Dich.
Kami sangat menyukai tempat 'baru' ini. Alasannya? Lingkungannya, sangat asri dan tenang. Itu yang membuat anak-anak, dan ayah-ibunya juga, sangat senang tinggal di tempat baru itu karena ada fasilitas kolam renang, play ground, tennis court, mini golf driving range, dan anak-anak dapat bermain sepeda tanpa takut ada kendaraan yang lalu-lalang sebagaimana ketika masih tinggal di Van Phuc Diplomatic Apartment dulu.
0 comments:
Post a Comment