Wednesday, 23 January 2008

Hanoi vs HCMC?

Ilustrasi: some views of Hanoi


Ilustrasi: some views of HCMC.
Foto masjid dan penjual sepatu adalah koleksi 'masyindo HCMC'



Banyak kawan yang sering salah menyebut nama kota, dimana saya berdomisili, di Vietnam. Tentu saja Hanoi dan Ho Chi Minh City (HCMC) itu dua kota yang berbeda. Hanoi adalah ibukota Republik Sosialis Vietnam (Vietnam), sedang HCMC (dahulu bernama Saigon) adalah kota bisnis di bagian Selatan Vietnam yang berjarak lebih kurang 1,750 km dari Hanoi.

Sekilas informasi tentang Hanoi vs HCMC bagi yang akan bepergian ke Vietnam. Hanoi adalah sebuah kota di bagian utara Vietnam. Penduduknya sekitar 3,4 juta (2007) dan memiliki 4 musim: dingin (Dec-Mar), semi (Apr-May), panas (Jun-Sep), dan gugur (Oct-Nov). Oleh karenanya, pada musim panas merupakan musim liburan bagi orang-orang Hanoi dan sekitarnya maupun bagi para expat yang tinggal disana. Musim panas biasanya merupakan saat terfavorit bagi para turis manca negara berkunjung ke Vietnam. Tentu saja, karena pada saat itu tempat-tempat favorit yang layak di kunjungi barangkali akan terlihat lebih ‘indah’ dibanding apabila dikunjungi pada saat musim dingin. Tetapi, tentu saja, adan dapat berkunjung ke Vietnam kapan saja, sesuai dengan schedule anda. Hehehe …

Sebagaimana umumnya masyarakat Vietnam, penduduk Hanoi dikenal sebagai masyarakat yang ramah. Makanya tidak berlebihan kalau pemerintah Vietnam mengklaim bahwa Hanoi sebagai kota teraman dan ternyaman di dunia. Hehehe … namanya juga klaim, sah-sah saja mereka mengkaliam demikian. Tapi, memang kenyataannya demikian. Tingkat criminal sangat rendah. Polisi yang kita jumpai di jalan-jalan hanya bermodalkan pentungan, bukan pistol (paling juga pistol air punya anak-anaknya, hehehe …). Namun itupun sudah sangat disegani oleh orang Vietnam.

Namun, keramahan itu, mungkin tidak akan sering anda jumpai di jalan-jalan. Beberapa contoh yang dapat saya sebutkan. Umumnya para pengendara (pengemudi kendaraan) di Hanoi sangat ‘cerewet’. Mereka suka sekali membunyikan klakson di setiap saat (dari pagi-malam) dan di manapun, tanpa mengenal ampun apakah itu di jalan raya maupun di sebuah gang kecil yang lebarnya hanya muat untuk sepeda motor. Mereka (pengendara) itu juga tidak ramah terhadap pejalan kaki. Karenanya, mungkin tidak berlebihan kalau saya menyebutkan bahwa menyeberang jalan di Hanoi merupakan salah satu hal yang paling tidak disukai dan tersulit dilakukan. Selain itu, mereka sangat-sangat EGP (Emang Gue Pikirin) ketika berada di jalan – baca spotlight tentang ini.

Terlepas dari itu, Hanoi dikenal juga sebagai kota seribu danau (padahal danaunya sih ngga sampai seribu, itu hanya sebutan saja karena memang ada banyak danau di hanoi). Ada juga yang bilang sebagai kota sejuta toko (kalo toko memang banyak, bahkan jutaan, entah siapa yang menghitungnya, hehehe ... dan sepertinya hampir setiap rumah adalah toko). Tetapi, ada pula yang menyebut sebagai 'kota seribu satu malam'. Mungkin maksudnya, tempat-tempat hiburan malamnya banyak banget, terutama karaoke yang hampir ada di setiap sudut jalan. Ada lagi yang menyebut Hanoi sebagai kota sejuta motor, karena saking banyaknya motor di jalanan kota yang pada tahun 2010 nanti genap berusia 1.000 tahun itu.

Bagaimana dengan HCMC? Nama Ho Chi Minh City (HCMC) berasal dari nama pemimpin kharismatik Vietnam, Ho Chi Minh. Secara resmi nama kota Saigon berubah menjadi HCMC sejak 1 May 1975 menyusul jatuhnya Vietnam Selatan ke penguasa Vietnam Utara, yang kemudian menyatukan seluruh daratan utara dan selatan menjadi satu Vietnam. Luasnya dua kali lebih dari Hanoi, begitupun penduduknya dua kali lebih dari populasi penduduk Hanoi. Itulah sebabnya, HCMC merupakan kota terbesar di Vietnam dan hampir separuh ekonomi negeri itu berpusat di kota ini.

Beberapa kali berkunjung ke HCMC selalu saya mendapati perubahan yang signifikan. Terakhir berkunjung ke kota itu (Jan-2008), saya menyaksikan perubahan yang begitu besar dibanding ketika berkunjung ke sana Sep-2004. Jalanan di kotanya menjadi lebih padat oleh kendaraan sebagaimana layaknya kota-kota besar di kawasan lain di Asean. Namun, suara nyaring dari bunyi klakson kendaraan di kota yang berpenduduk 6,1 juta (2006) itu tidak separah di Hanoi. Sedang gedung-gedung pencakar langitnya juga semakin padat di kawasan kotanya. Geliat ekonomi di kota yang hanya mengenal 2 musim, musim kemarau dan musim hujan, sebagaimana umumnya kota-kota di negeri kita itu sangat kentara kemajuannya. Pada 2007 lalu, GDP (Gross Domestic Product) kota itu mencapai USD 14,3 milyar dan Income Percapitanya mencapai USD 2.180 (12,6% dibanding 2006).

Bagaimana dengan keramahan penduduknya? Secara umum hampir sama saja dengan di Hanoi, tetapi orang-orang HCMC lebih terbuka, mungkin sebagai pengaruh pendudukan Amerika di masa silam. Maksud saya, orang HCMC tidak berbelit-belit dalam menyampaikan sesuatu sebagaimana orang Hanoi. Selain itu, secara umum orang Vietnam suka berbicara dengan suara yang keras, seperti orang yang sedang marah-marah atau merasa berada di dalam hutan sendirian. Harap siap-siap memakai penutup telinga kalau anda tidak tahan dengan hal itu.

Ada satu hal yang mungkin semacam prinsip (kiat) hidup dari kedua penduduk kota itu, Hanoi dan HCMC yang berbeda, yang saya ketahui setelah beberapa waktu tinggal di Vietnam. Orang Hanoi adalah orang yang hemat dan rajin menabung, sedang orang HCMC lebih suka menghabiskan uangnya untuk bersenang-senang. Herannya, saya sudah bertahun-tahun tinggal di Hanoi tetapi belum ketularan sikap hematnya orang Hanoi. Hehehe …

Demikian saja dulu deh. Untuk info tempat-tempat yang layak dikunjungi, baik di Hanoi, HCMC maupun tempat-tempat lain di Vietnam, nantikan tulisan berikutnya.

1 comments:

Amanda said...

wah blog yang bagus.. memberikan informasi kebudayaanyang informatif. Saya berniat ke Hochiminh dan hanoi setelah lebaran nanti selama seminggu. Bagaimana keadaan Hochiminh dan Hanoi sekarang? bgmana transportasinya, apa sulit? Katanya sulit ya berbicara Bahasa inggris dengan orang vietnam? kasih tips hal2 yang perlu saya aware selama disana. maklum lah saya kesana backpacking hehehe.. thx ya infonya