Banyak kesan yang saya peroleh (alami) selama lebih kurang 10 tahun tinggal di Kota Hanoi. Awalnya, ketika kami akan berangkat ke Vietnam untuk 'mencari' penghidupan yang lebih baik, kami menerima banyak nada minor. Misalnya: buat apa ke Vietnam, mau cari bom? Apa tidak takut dengan Vietcong? Apa tidak takut dengan 'Vietnam Rose'? Dan lain sebagainya.
Namun, berkat dukungan keluarga, terutama Rennie dan Mamah, maka keputusan untuk menjadi TKI (baca: Tenaga Kerja Indonesia) di Vietnam kami jalani. Komentar-komentar yang bernada minor itu kami jadikan pelecut dan kami anggap sebagai perhatian (kekhawatiran) dari orang-orang yang sayang terhadap kami. Hehehe ... kayak mau perang aja!
Tentu saja pada saat awal-awal tinggal di Hanoi, beberapa kendala kami hadapi. Apalagi saat itu, akhir 1997, keadaan Hanoi tidaklah 'semeriah' seperti sekarang. Kami masih ingat bahwa untuk mendapatkan barang-barang kebutuhan sehari-hari, hanya ada dua tempat rujukan, yaitu: L'S Place (sekarang Dan's Shop) yang terletak di pelataran parkir Kim Ma, dekat Daewoo Hotel dan minimarket di Jalan Ba Trieu 66. Sekarang sih minimarket dan supermarket, bahkan hypermarket sudah bertebaran di Hanoi.
Saya juga masih teringat, pada awal-awal tinggal di Kota Thang Long (dragon) itu, jalanannya lebih didominasi oleh sepeda dan sepeda motor. Mungkin ratio-nya 70:30. Namun, saat sekarang ratio antara sepeda, sepeda motor dan mobil sudah berubah banyak. Lebih kurang 20:60:20. Itulah mengapa, kalau dulu kami tidak pernah merasakan kemacetan di jalan, maka sekarang kemacetan di jalan sudah hampir menjadi 'menu' sehari-hari sebagaimana layaknya dirasakan oleh warga di kota-kota besar lainnya di Asean.
Namun, berkat dukungan keluarga, terutama Rennie dan Mamah, maka keputusan untuk menjadi TKI (baca: Tenaga Kerja Indonesia) di Vietnam kami jalani. Komentar-komentar yang bernada minor itu kami jadikan pelecut dan kami anggap sebagai perhatian (kekhawatiran) dari orang-orang yang sayang terhadap kami. Hehehe ... kayak mau perang aja!
Tentu saja pada saat awal-awal tinggal di Hanoi, beberapa kendala kami hadapi. Apalagi saat itu, akhir 1997, keadaan Hanoi tidaklah 'semeriah' seperti sekarang. Kami masih ingat bahwa untuk mendapatkan barang-barang kebutuhan sehari-hari, hanya ada dua tempat rujukan, yaitu: L'S Place (sekarang Dan's Shop) yang terletak di pelataran parkir Kim Ma, dekat Daewoo Hotel dan minimarket di Jalan Ba Trieu 66. Sekarang sih minimarket dan supermarket, bahkan hypermarket sudah bertebaran di Hanoi.
Saya juga masih teringat, pada awal-awal tinggal di Kota Thang Long (dragon) itu, jalanannya lebih didominasi oleh sepeda dan sepeda motor. Mungkin ratio-nya 70:30. Namun, saat sekarang ratio antara sepeda, sepeda motor dan mobil sudah berubah banyak. Lebih kurang 20:60:20. Itulah mengapa, kalau dulu kami tidak pernah merasakan kemacetan di jalan, maka sekarang kemacetan di jalan sudah hampir menjadi 'menu' sehari-hari sebagaimana layaknya dirasakan oleh warga di kota-kota besar lainnya di Asean.
So, welcome to Hanoi. Good morning ...
0 comments:
Post a Comment