Sebagaimana lebaran (Hari Raya ‘Idul Fitri’) di negeri kita, maka TET di Vietnam juga merupakan sarana berkumpulnya keluarga (silaturrahim), saling tukar kado, saling mendoakan, saling memaafkan, membayar hutang. Pendek kata, memulai tahun baru dengan segala sesuatunya yang bersih kalau tidak ingin adanya hal-hal yang kurang baik akan tetap bersama mereka di tahun depan. Secara harfiah TET NGUYEN DAN berarti hari pertama sebuah periode baru. Hari pertama atau awal tahun menurut penanggalan (calendar) lunar adalah disebut-sebut sebagai resminya TET. Bersungguh-sungguh dalam meyiapkan (menyambut) hari pertama TET diyakini oleh masyarakat Vietnam sebagai pembawa keberuntungan (fortunes) atau terhindar dari kesialan (misfortunes). Hehehe … bener ngga sih, kalau kata ‘untung’ kata sifatnya ‘keberuntungan’, sedang ‘sial’ kata sifatnya ‘kesialan’.
Doc. pribadi/Halaman Masjid An-Noor dipenuhi pedagang bunga 'kagetan' menjelang TET
Ketika menyambut TET, seluruh bagian rumah harus dipastikan bersih. Lahir dan batin. Pada tahun baru itu semua peralatan kebersihan seperti sapu, kemucing, pengepel, dan lain-lain disembunyikan (disimpan) buat sementara. Menyapu, mengepel (pendek kata bersih-bersih) rumah sebaiknya tidak dilakukan pada saat tahun baru dan dua hari berikutnya. Setelah hari ketiga, barulah dimungkinkan untuk mengepel lantai rumah dengan urutan-urutan tertentu. Misalnya, dimulai dari pintu depan rumah dulu, membersihkan debu-debu dulu, baru kemudian sampah-sampah yang dikumpulkan di sudut ruangan, tidak dibuang keluar rumah hingga hari kelima.
Giao Thua
Giao Thua adalah masa transisi antara akhir tahun dan awal tahun baru. Itu adalah salah satu momen terpenting dalam menyambut TET. Tentu saja saat tepatnya adalah pada waktu tengah malam. Itulah saat yang tepat bagi keluarga-keluarga Vietnam ‘mengeluarkan’ atau ‘membuang’ spirit lama mereka. Ritual itu disebut LE TRU TICH. Itu biasanya ditandai dengan menabuh gong, menabuh drum dan melakukan pesta petasan maupun pesta kembang api. Hampir di setiap pusat kota dari seluruh kota-kota di Vietnam melakukan tradisi itu. Bahkan televisi-televisi di sana melakukan siaran langsung dari beberapa kota ie. Hanoi, HCMC, Danang, Can Tho, Hue, yang sedang mengadakan pesta menyambut datangnya tahun baru itu. Di Hanoi, perhelatan besar menyambut TET diadakan di Hoan Kiem Lake, Ho Tay Lake, dan Thu Le Lake. Selepas saat maghrib banyak orang berdatangan ke tempat-tempat itu. Jalan-jalan menuju ke ketiga danau itu sangat padat, baik oleh orang-orang yang berjalan maupun kendaraan. Kawasan yang paling padat tentu saja di seputaran Hoan Kiem Lake. Sekitar 2 -3 kilo menuju Hoan Kiem Lake, jalanan hampir-hampir tidak dapat dilalui karena saking padatnya. Apalagi ketika waktu menunjukkan pukul sembilan malam saat pertunjukan musik, tari, tabuh drum dimulai. Pesta kembang api tepat dimulai saat waktu menunjukkan pukul 12 malam atau dini hari. Sungguh sangat meriah suasana malam pergantian tahun baru itu, semeriah kala masyarakat di bagian lain di dunia ini menyambut pesta tahun baru masehi. Tapi, bedanya, saat pesta tahun baru masehi suasananya tidak semeriah pesta tahun baru TET. Malah hampir-hampir tidak ada perhatian khusus oleh masysrakat Vietnam ketika pergantian tahun atau menyambut tahun baru masehi.
Biasanya seluruh anggota keluarga-keluarga Vietnam berkumpul di ruang tengah rumah mereka, berdoa bersama, lalu saling menyampaikan selamat. Ungkapan ucapan selamat itu dalam bahasa Vietnam “Chuc Mung Nam Moi” artinya selamat tahun baru. Umumnya ungkapan itu diikuti dengan harapan seperti “Manh Khoe” (selalu sehat), “An Khang” (makmur), dan “Thinh Vuong” (bahagia).
Menjelang pergantian tahun banyak dari mereka yang pergi ke pagoda-pagoda favorit mereka untuk ‘sembahyang’ dan ‘berdoa’ memohon keberuntungan di tahun baru dan masa mendatang.
Baik sesudah mereka kembali dari pagoda ataupun di keesokan harinya bahwa orang pertama yang bertamu ke rumah mereka adalah sangat istimewa. Beberapa dari mereka bahkan meminta orang-orang tertentu (yang dianggap special dan dapat membawa keberuntungan) agar berkenan bertamu ke rumah mereka sesudah tengah malam. Itu bisa dari salah satu dari kerabat terdekat mereka, yang memiliki status social lebih tinggi, ataupun kawan-kawan asing mereka. Saya pernah mengalami diminta untuk mendatangi salah satu keluarga kawan Vietnam beberapa tahun yang lalu tepat setelah tengah malam di tahun baru. Hehehe … semoga saja kawan itu benar-benar mendapatkan keberkahan. Tapi, sebenarnya, kawan itu harus menyadari bahwa keberkahan itu datangnya bukan dari manusia tetapi dari Sang Khalik, Allah subhanahu wata’ala. [rpi]
0 comments:
Post a Comment