Tuesday, 19 February 2008

'Lebaran' TET di Vietnam [Bagian 1]

Doc. pribadi/Bunga peach, hiasan di setiap rumah keluarga Vietnam di saat TET


Pada saat ini di Vietnam masih dalam suasana TET (baca: Vietnamese New Year). Saya akan me-release tulisan berkaitan dengan TET dalam beberapa seri, mengingat banyaknya cerita di seputar TET itu sendiri. Semoga bermanfaat.

***********
Beberapa tahun terakhir ini selama tinggal di Vietnam saya dan keluarga hampir tidak berkesempatan merayakan ‘lebaran’ (baca: Idul Fitri atau umum dikenal sebagai hari raya) di tanah-air. Sebab utamanya adalah, anak-anak kami tidak sedang libur sekolah di saat-saat lebaran itu. Pada awal-awal kami tinggal di Vietnam, ketika anak-anak belum memasuki usia sekolah, kami selalu mudik disaat lebaran. Itu (mudik di saat lebaran) selalu memberikan sensasi yang luar biasa bagi kami karena dapat merayakan Idul Fitri, lengkap dengan suasana yang meliputinya seperti: berkumpul kembali dengan keluarga besar, mengumandangkan gema takbir (takbiran), sholat Ied berjamaah, bersilaturrahim sambil bermaaf-maafan, menikmati berbagai hidangan lebaran (ketupat dan aneka kue lebaran), hingga mudik ke kampung halaman.

Ketika beberapa kali (tahun) tinggal di Vietnam, terutama di saat Tahun Baru Vietnam (Vietnamese Lunar New Year) atau umum disebut ‘TET’ ternyata suasana yang meliputi (TET) mirip-mirip dengan suasana lebaran di kita.

Menjelang TET

Coba saja, beberapa bulan menjelang TET di Vietnam, biasanya sebulan sebelumnya, penerbangan dari luar negeri menuju Vietnam mengalami saat-saat yang sangat menyibukkan (peak season). Kondisi yang hampir sama (sibuk) juga terjadi dengan lalu-lintas kendaraan maupun penerbangan di dalam negeri Vietnam sendiri menjelang saat-saat TET. Itu karena hampir setiap orang di Vietnam juga ingin mudik menjelang TET agar dapat berkumpul dengan keluarga dan sanak familinya di kampung halaman mereka di saat TET tiba.

Oleh karenanya TET merupakan sebuah perayaan yang sangat penting di Vietnam. Dampak ekonominya juga sangat dahsyat. Pada saat menjelang TET jumlah devisa yang dikirimkan ke Vietnam oleh Vietnamese Overseas (Vietkieu) sangat besar. Misalnya, jumlah devisa yang dikirimkan ke HCMC (Ho Chi Minh City, nama sebuah kota di bagian selatan Vietnam) saja menjelang TET tahun ini adalah sebesar USD 3 milyard. Selain itu, dari perdagangan dalam negerinya sendiri juga berbengaruh terhadap berputarnya roda perekonomian mereka. Misalnya orang-orang Vietnam ingin tampil serba baru di saat TET, mulai dari pakaian, furniture, barang-barang elektronik, sepeda motor, mobil, membersihkan dan menghias (renovasi) rumah serta yang tak kalah pentingnya adalah melunasi hutang mereka. Hehehe … yang disebut terakhir itu (melunasi hutang) sepertinya bertolak belakang dengan kebiasaan orang-orang di kita ya? Kalau kebiasaan di kampong saya, orang-orang bahkan berani berhutang hanya agar dapat tampil ‘wah’ di saat lebaran. Hehehe … ada-ada saja. [rpi]

0 comments: