Tuesday, 11 March 2008

Oh Shalimar ...


Doc. pribadi/Restoran Masakan India/Pakistan "Shalimar" di malam hari


Mengunjungi teman selalu merupakan saat yang paling menyenangkan bagi saya. Selain dapat bertemu muka langsung (silaturrahim) juga dapat berbagi cerita, pengalaman, dan informasi (yang berguna) lainnya.

Menyusul adanya pertanyaan dari seorang kawan lewat email, yang menanyakan soal restoran halal di Hanoi, saya menyempatkan untuk bersilaturrahim ke teman lama, Raja Ali namanya. Maksud kunjungan itu, tentu saja, selain silaturrahim juga untuk memastikan apakah restoran yang dimiliki oleh Raja Ali itu masih ‘baik-baik’ saja? Saya mengenal pemilik restoran Shalimar, Hanoi itu 3 tahun lalu. Saat itu kami secara kebetulan bertemu di masjid An-Noor seusai Sholat Jumat. Kala itu setelah saling mengenal, kami sampai pada pembicaraan hangat bahwa kawan itu ingin membuka usaha restoran halal di Hanoi. Tentu saja, mengetahui rencana tersebut, sebagai seorang muslim saya menyambutnya dengan sangat gembira mengingat restoran halal di Hanoi sangat-sangat langka. Awalnya kawan yang pernah berprofesi sebagai ahli keuangan di London, Inggris itu memulai usaha restorannya di sebuah kawasan baru (orang Hanoi menyebutnya sebagai Thang Long Village) dekat Cau Giay. Setahun di tempat itu, kemudian kawan yang juga menekuni bisnis batu marmer itu memindahkan restorannya ke jalan Ma May No. 63 di kawasan Hoan Kiem Lake. Sejak menempati lokasi baru itu usaha restorannya semakin maju dan berkembang.



Doc. pribadi/"Best Indian/Pakistasni Curry House", adalah klaim pemiliknya

Namun sayang. Nampaknya disanalah awal persoalan muncul. Di pertemuan minggu malam itu, saya mendapat kabar ‘kurang baik’ dari Raja Ali. Menurutnya, tempat yang berukuran seluas hanya 60 meter persegi yang disewa untuk usaha restorannya itu tidak akan diperpanjang lagi sewanya oleh sang pemilik. Empunya tempat itu bermaksud membuka usaha restoran untuk anaknya di tempat itu juga. Sial bukan? Tadinya ruangan itu hanyalah ruang kosong di lantai dua, sedang di bawahnya digunakan untuk kantor oleh sebuah agen perjalanan (wisata). Nah, rupanya, sejak tempat kosong itu dijadikan usaha restoran dan banyak pengunjungnya, pemilik tempat itu juga tertarik untuk membuka usaha restoran. Maka sejak pertengahan maret 2008 nanti, suka tidak suka kawan saya itu harus pindah.

Saya tidak kaget ketika mengetahui bahwa harga sewa sepetak tempat di lantai dua untuk usaha makanan halal itu sebesar USD 1.000/perbulan! Itu karena memang harga sewa tempat di Hanoi, lebih-lebih Ho Chi Minh City (HCMC), termasuk salah satu yang tertinggi (termahal) di kawasan Asia Pacific. Sebagai sedikit info bagi yang ingin buka usaha dan memerlukan tempat bahwa harga sewa tempat untuk ukuran sekitar 20 meter persegi, khususnya di kawasan Hoan Kiem Lake atau old quarter, adalah mulai dari USD 1.200/perbulan. Bahkan menurut Raja Ali di daerah sekitar Bic-C (Trung Hoa) harga sewa tempat untuk ukuran sekitar 100 meter persegi adalah sebesar USD 6.000/perbulan! Alamak, itu artinya sama mahalnya dengan di daerah Hoan Kiem Lake atau old quarter dong? Menurut laporan CB Richard Ellis Vietnam (property agent) bahwa rata-rata harga sewa tempat di Hanoi berkisar USD 30-40/sqm/bulan.

Kembali ke laptop, hehehe … maksud saya ke persoalan pindah tempat usaha restoran tadi. Hingga saat ini tempat yang diinginkan untuk meneruskan usaha restoran itu belum berhasil ditemukan oleh Raja Ali. Dengan demikian maka kawan ini ‘terpaksa’ akan menghentikan usahanya setelah 15 Maret 2008 nanti. Oh Shalimar ...

Doc. pribadi/Berfoto bersama Raja Ali, pemilik restoran Shalimar Hanoi


Sungguh itu suatu siatuasi yang sangat disayangkan. Lebih-lebih bagi penyuka (concern) makanan halal. Oleh karenanya, melalui tulisan ini, blogger ingin mengajak pembaca yang budiman untuk berbagi informasi apabila menemukan tempat yang kiranya cocok untuk usaha restoran masakan India/Pakistan. Tempat yang diinginkan adalah masih di sekitar tengah kota Hanoi, tidak terlalu besar, kira-kira seukuran 40 meter persegi sudah cukup memadai. Silakan mengontak blogger melalui email: anhpandji@gmail.com. Maukah anda? Terimakasih. [rpi]

0 comments: