Friday, 30 May 2008

Soto Ayam di Hanoi

Soto?


Ya, soto.


Soto ayam! Halalan thoyyibah pula.


Apa istimewanya sih? Sangat istimewa. Apalagi, bila anda berada jauh dari negeri sendiri, jauh dari sanak keluarga, dan tidak memiliki cukup fasilitas untuk membuat (baca: memasak) soto. Salah satu yang sudah pasti, adalah sangat sulit mendapatkan ‘kemiri’, ingredient utama, untuk bikin soto di negeri Paman Ho.

Nah, berbekal informasi yang saya peroleh melalui web-log-nya masyindo (masyarakat Indonesia) Vietnam, meluncurlah saya ke sebuah restoran di pinggirian Danau Truc Bach, Ba Dinh, Hanoi. Restoran yang beralamat di Jalan Tran Vu 136E itu bernama “Malaysia in Hanoi”. Pemiliknya seorang ibu bernama Aspalela Abdullah, asli warga negara Malaysia. Namun demikian, chef restoran itu asli warga Indonesia, bernama Rohman. Maka jangan heran bila beberapa menu makanan atau ketika anda mencoba makanan disana nanti sangat bercitarasa Indonesia. Atau, Indonesia bangets …




Restoran (halal) Malaysia in Hanoi, 136E Tran Vu, Truc Bach Lake, Ba Dinh District, Ha Noi [dok.rpi]


Setelah mempelajari dengan seksama daftar menu yang disodorkan kepada saya, maka saya memutuskan untuk mencoba ‘Soto Ayam’ saat pertama mengunjungi restoran yang berada di lantai dasar dari sebuah apartemen sewa itu. Sejak itu, setiap berkunjung ke tempat itu, saya selalu memesan soto ayam. Alasannya? Mudah saja. Tidak ada satu restoranpun di Hanoi yang menyajikan menu soto ayam. That’s it! Lagipula, rasanya juga mak nyus bangets. Bumbu-bumbunya kerasa bangets. Saya jadi teringat akan soto ayam langganan saya dulu di kawasan Blok-M, Jakarta Selatan. Mungkin ‘tukang soto’ yang biasa mangkal tak jauh dari pasar (kagetan) kue pagi di Blok-M itu sudah tidak di sana lagi.




Soto ayam dan teh tarik. Hm ........ mak nyussss! [dok.rpi]


Setiap saya datang ke restoran itu, saya selalu disambut dengan senyum khas (bak seorang bapak menyambut kedatangan anaknya) dari Pak Rohman sambil menjabat tangan saya. Sebuah sambutan yang ramah, hangat dan akrab. Setelah menanyakan kabar-berita beliau, saya langsung memesan ‘soto ayam’. Terkadang saya mengikuti Pak Rohman ke dapur untuk mengintip beliau memasak. Dapurnya cukup rapih. Bersih.




Pak Rohman dan asistenya sedang beraksi di dapur restoran Malaysia in Hanoi [dok.rpi]


Soto ayam di restoran yang memiliki view danau yang indah itu selalu disajikan bersama lontong. Lontongnya ‘menyelam’ di dalam kuah soto karena memang tidak disajikan secara terpisah. Hal itu mengingatkan akan daerah asal saya, Jawa Timur. Di Jawa Timur, hampir setiap soto selalu disajikan dengan lontong/nasi yang langsung di dalam kuah (mangkuk) sotonya. Buat saya, itu uenaaaak pol … alias uenaaaak bangets. Hehehe ….. jadi pengen nyobain, kan? Sok … datang saja ke Hanoi!

Haaah ….. jauh amat??? [rpi]

0 comments: