
"Kenapa blogger tidak pernah menulis tentang makanan Vietnam?"
Itu adalah salah satu pertanyaan melalui email kepada blogger. Jawaban blogger berikut ini mungkin tidak memuaskan. Maaf. Tetapi, bagi rekan muslim pasti dapat memahaminya. Alasannya, tentu saja “Halalan Thoyyibah”! Maksudnya, sangat sulit bagi blogger menulis sesuatu yang blogger sendiri tidak mengalaminya dan mengetahui dengan persis. Itu karena hampir sebagian besar makanan Vietnam mengandung bahan-bahan (konten) ataupun proses yang tidak halal bagi seorang muslim untuk mengonsumsinya.
Bahkan, terkadang sebutan atau nama makanan itu saja sudah mengecoh kita. Sebagai contoh, “Shrimp Spring Rolls” atau (Goi Cuon). Sepintas kalau mengetahui namanya saja, kesannya makanan itu tidak mengandung konten yang tidak halal. Tetapi bagi yang mengetahuinya maka akan menghindari spring roll (lumpia Vietnam) itu karena salah satu kontennya adalah daging babi cincang (ground lean pork). Banyak kawan Vietnam yang memastikan hal itu, tentang proses pembuatan dan konten dari lumpia Vietnam yang sangat diragukan kehalalannya itu.
Beberapa contoh lain. Tentu anda sangat mengenal nasi goreng bukan atau disebut “Com Rang” (dalam bahasa lokal). Kalau di Indonesia, campurannya paling hanya irisan daging ayam dan beberapa macam sayuran. Tetapi kalau di Vietnam, masih ditambah dengan potongan (sangat kecil) sosis babi. Ada pengalaman pribadi tentang hal ini. Suatu ketika saya menghadiri acara, katakanlah sebuah seminar yang membahas tentang perdagangan bilateral. Ketika itu saya sempat melakukan konfirmasi ke panitia bahwa makanan yang disajikan semuanya halal. Saya cukup senang dengan konfirmasi itu. Lalu, tibalah saat penyajian makanan ke masing-masing meja. Kebetulan saya duduk bersebelahan dengan beberapa kawan asing, diantaranya Vietnamese. Salah satu hidangan yang ada di list menu saat itu adalah “Tom Com Rang” (nasi goreng udang). Ketika 'tom com rang' itu disajikan kepada saya, kawan Vietnamese di sebelah saya kontan mengatakan bahwa saya hendaknya tidak memakan sajian itu karena tidak halal konten. Kawan Vietnam itu menunjukkan kepada saya potongan kecil sosis babi yang selintas seperti potongan sosis daging umumnya di nasi goreng yang di hidangkan di piring saya. Astaghfirullah!
Bahkan, terkadang sebutan atau nama makanan itu saja sudah mengecoh kita. Sebagai contoh, “Shrimp Spring Rolls” atau (Goi Cuon). Sepintas kalau mengetahui namanya saja, kesannya makanan itu tidak mengandung konten yang tidak halal. Tetapi bagi yang mengetahuinya maka akan menghindari spring roll (lumpia Vietnam) itu karena salah satu kontennya adalah daging babi cincang (ground lean pork). Banyak kawan Vietnam yang memastikan hal itu, tentang proses pembuatan dan konten dari lumpia Vietnam yang sangat diragukan kehalalannya itu.
Beberapa contoh lain. Tentu anda sangat mengenal nasi goreng bukan atau disebut “Com Rang” (dalam bahasa lokal). Kalau di Indonesia, campurannya paling hanya irisan daging ayam dan beberapa macam sayuran. Tetapi kalau di Vietnam, masih ditambah dengan potongan (sangat kecil) sosis babi. Ada pengalaman pribadi tentang hal ini. Suatu ketika saya menghadiri acara, katakanlah sebuah seminar yang membahas tentang perdagangan bilateral. Ketika itu saya sempat melakukan konfirmasi ke panitia bahwa makanan yang disajikan semuanya halal. Saya cukup senang dengan konfirmasi itu. Lalu, tibalah saat penyajian makanan ke masing-masing meja. Kebetulan saya duduk bersebelahan dengan beberapa kawan asing, diantaranya Vietnamese. Salah satu hidangan yang ada di list menu saat itu adalah “Tom Com Rang” (nasi goreng udang). Ketika 'tom com rang' itu disajikan kepada saya, kawan Vietnamese di sebelah saya kontan mengatakan bahwa saya hendaknya tidak memakan sajian itu karena tidak halal konten. Kawan Vietnam itu menunjukkan kepada saya potongan kecil sosis babi yang selintas seperti potongan sosis daging umumnya di nasi goreng yang di hidangkan di piring saya. Astaghfirullah!

Chao Tom. Ini mirip sate pasta udang yang menggunakan batang tebu sebagai pengganti tusuk satenya. Ternyata untuk membuat makanan ini diperlukan campuran lemak babi (silakan cek di sini: http://www.ivietbusiness.com/vietnamese-food-recipe.htm#Barbecued%20Shrimp%20Paste%20on%20Sugar%20Cane%20(Chao%20Tom).
Ca Khoto. Ini adalah sejenis ikan yang dimasak di dalam kuali kecil. Sepintas konten makanan ini hanya ikan dan bumbu-bumbu nabati saja. Tetapi, sebagai pengganti minyak untuk memasak ikan ini digunakanlah lemak (gajih) babi.

Masih banyak jenis makanan lain yang tidak halal, baik proses maupun kontennya. Itulah mengapa blogger tidak dapat membuat tulisan tentang makanan Vietnam di blog ini. Mohon memakluminya.
Namun demikian, bukan berarti tidak ada makanan halal yang dapat anda temui bila sedang berada di Hanoi. Berikut ini beberapa tempat yang menyediakan makanan halal:
- Nisa Halal Restaurant
- Malaysia in Hanoi Restaurant
- Warung Sri Belango
- Khazaana Restaurant
- Melia Hanoi Hotel
[rpi]
Catatan: foto-foto di tulisan ini merupakan koleksi dari http://overlandclub.jp/ryouri
0 comments:
Post a Comment