Kali ini blogger ingin menulis tentang pengalaman pribadi, bagaimana bisa survive melalui 10 kali Ramadhan di Hanoi?
Tulisan ini sekaligus merupakan jawaban blogger kepada beberapa teman dari tanah air yang mengirimkan email dan menanyakan, adakah kegiatan (muslim) selama Ramadhan di Hanoi? Semoga tulisan ini juga bermanfaat bagi siapa saja yang kebetulan akan melewati (masa) Ramadhan di Hanoi, Vietnam.
Insya Allah, bila anda berasa di Hanoi (dan sekitarnya) pada saat Ramadhan tahun ini (1429H) maka pada saat itu, menurut istilah blogger masih terimbas atau berada, di (penghujung) musim panas. Bukan musim dingin! Apa bedanya? Apabila Ramadhan berada di musim panas maka anda akan berpuasa dalam rentang waktu lebih lama ketimbang di musim dingin.
Harap dicatat bahwa saat Maghrib (buka) nanti berkisar pukul 18.12 (awal Ramadhan) – 17.45 (akhir Ramadhan), sedang saat Shubuh (sebagai patokan Imsyak 10 menit sebelumnya) berkisar pukul 04.25 (awal Ramadhan) – 04.34 (akhir Ramadhan).
Buka puasa, Terawih dan Sahur
Adalah umum bagi orang yang berpuasa untuk mencari tahu (informasi) seputar bagaimana melakukan ‘buka’ dan ‘sahur’ bila sedang bepuasa (Ramadhan) di Hanoi?
Tahun lalu ada restoran yang buka pada saat ‘buka dan ‘sahur’ di Hanoi, yaitu Restoran Nisa, yang merupakan satu-satunya restoran halal saat itu. Namun, saat ini telah ada dua restoran baru yang menyediakan makanan halal, yaitu Restoran Malaysia in Hanoi dan Restoran Sri Belango. Blogger belum tahu pasti, apakah mereka (kedua restoran baru itu) akan buka untuk menyediakan makan sahur? Silakan mengontak (telepon) mereka untuk memastikannya. Alamat dan nomor telepon ketiga restoran itu dapat anda peroleh detailnya di sini.
Namun demikian apabila anda beruntung, blogger menggunakan istilah beruntung karena itu sangat tergantung, dapat juga mengikuti kegiatan buka bersama (berikut shalat terawihnya) yang diadakan oleh Masyarakat Indonesia (masyindo) Hanoi. Biasanya masyindo melakukan kegiatan (Ramadhan) itu di Mushola At-Tauhid, KBRI-Hanoi.
Kenapa blogger menggunakan istilah ‘sangat tergantung’? Itu memang benar adanya. Maksudnya, kegiatan Ramadhan oleh masyindo di Hanoi itu sangat tergantung kepada adanya person (in charge) yang menggerakkannya. Pada suatu masa blogger mengalami bahwa 3 kali dalam seminggu masyindo melakukan buka puasa, terawih dan taddarus di Muasholla At-Tauhid itu. Tetapi pada masa yang lain bahkan tidak ada kegiatan Ramadhan sama sekali. Oleh sebab itu, bila anda berada di Hanoi dan sedang mencari info tentang kegiatan Ramadhan, ada baiknya menghubungi Azhar Rizal atau Raihan Khumaini (KBRI-Hanoi) untuk memastikan ada-tidaknya kegiatan Ramadhan di Musholla At-Tauhid itu.
Selain itu, anda juga dapat mendatangi satu-satunya masjid di Hanoi, yaitu Masjid An-Noor yang beradan di Jalan Hang Luoc No. 12, Hanoi. Sepanjang yang blogger alami, mereka selalu mengadakan Sholat Terawih bersama. Di sepuluh hari terakhir Ramadhan, biasanya mereka mengadakan buka bersama, dimana makanan bukanya (iftar) merupakan persembahan dari beberapa negara perwakilan yang ada di Vietnam. Blogger sangat menyukai saat-saat itu karena bisa mencoba aneka masakan dari beberapa negara yang berbeda (dilakukan tiap hari secara giliran di 10 hari terakhir Ramadhan), misalnya: Aljazair, Brunei Darussalam, Indonesia, Iran, Libya, Malaysia, Pakistan, dll.
Idul Fitri
Ya, kita bisa melaksanakan Sholat Ied di Masjid An-Noor bila anda sedang berada di Hanoi. Untuk itu harap mendatangi masjid untuk mengkonfirmasikan jadual pelaksanaannya yang pasti. Sebab, adakalanya pelaksanaan Sholat Ied itu berbeda (waktunya karena perhitungan hijriyah yang berbeda) dengan yang dilakukan di tanah air.
Bagaimana dengan Halal bi Halal? Hampir serupa dengan kegiatan Ramadhan, maka kegiatan Idul Fitri (Halal bi Halal) juga sangat tergantung. Tetapi, hampir setiap tahun KBRI-Hanoi selalu mengadakan Halal bi Halal yang biasanya diadakan langsung setelah usai sholat Ied. Beberapa tamu dari mancanegara (perwakilan beberapa negara) juga turut memeriahkan dengan hadir di acara Halal bi Halal yang diadakan oleh KBRI-Hanoi. Tak ketinggalan, beberapa masyindo juga mengadakan Halal bi Halal di kediamannya dengan mengundang masyindo maupun tamu-tamu mancanegara.
Tulisan ini sekaligus merupakan jawaban blogger kepada beberapa teman dari tanah air yang mengirimkan email dan menanyakan, adakah kegiatan (muslim) selama Ramadhan di Hanoi? Semoga tulisan ini juga bermanfaat bagi siapa saja yang kebetulan akan melewati (masa) Ramadhan di Hanoi, Vietnam.
Insya Allah, bila anda berasa di Hanoi (dan sekitarnya) pada saat Ramadhan tahun ini (1429H) maka pada saat itu, menurut istilah blogger masih terimbas atau berada, di (penghujung) musim panas. Bukan musim dingin! Apa bedanya? Apabila Ramadhan berada di musim panas maka anda akan berpuasa dalam rentang waktu lebih lama ketimbang di musim dingin.
Harap dicatat bahwa saat Maghrib (buka) nanti berkisar pukul 18.12 (awal Ramadhan) – 17.45 (akhir Ramadhan), sedang saat Shubuh (sebagai patokan Imsyak 10 menit sebelumnya) berkisar pukul 04.25 (awal Ramadhan) – 04.34 (akhir Ramadhan).
Buka puasa, Terawih dan Sahur
Adalah umum bagi orang yang berpuasa untuk mencari tahu (informasi) seputar bagaimana melakukan ‘buka’ dan ‘sahur’ bila sedang bepuasa (Ramadhan) di Hanoi?
Tahun lalu ada restoran yang buka pada saat ‘buka dan ‘sahur’ di Hanoi, yaitu Restoran Nisa, yang merupakan satu-satunya restoran halal saat itu. Namun, saat ini telah ada dua restoran baru yang menyediakan makanan halal, yaitu Restoran Malaysia in Hanoi dan Restoran Sri Belango. Blogger belum tahu pasti, apakah mereka (kedua restoran baru itu) akan buka untuk menyediakan makan sahur? Silakan mengontak (telepon) mereka untuk memastikannya. Alamat dan nomor telepon ketiga restoran itu dapat anda peroleh detailnya di sini.
Namun demikian apabila anda beruntung, blogger menggunakan istilah beruntung karena itu sangat tergantung, dapat juga mengikuti kegiatan buka bersama (berikut shalat terawihnya) yang diadakan oleh Masyarakat Indonesia (masyindo) Hanoi. Biasanya masyindo melakukan kegiatan (Ramadhan) itu di Mushola At-Tauhid, KBRI-Hanoi.
Kenapa blogger menggunakan istilah ‘sangat tergantung’? Itu memang benar adanya. Maksudnya, kegiatan Ramadhan oleh masyindo di Hanoi itu sangat tergantung kepada adanya person (in charge) yang menggerakkannya. Pada suatu masa blogger mengalami bahwa 3 kali dalam seminggu masyindo melakukan buka puasa, terawih dan taddarus di Muasholla At-Tauhid itu. Tetapi pada masa yang lain bahkan tidak ada kegiatan Ramadhan sama sekali. Oleh sebab itu, bila anda berada di Hanoi dan sedang mencari info tentang kegiatan Ramadhan, ada baiknya menghubungi Azhar Rizal atau Raihan Khumaini (KBRI-Hanoi) untuk memastikan ada-tidaknya kegiatan Ramadhan di Musholla At-Tauhid itu.
Selain itu, anda juga dapat mendatangi satu-satunya masjid di Hanoi, yaitu Masjid An-Noor yang beradan di Jalan Hang Luoc No. 12, Hanoi. Sepanjang yang blogger alami, mereka selalu mengadakan Sholat Terawih bersama. Di sepuluh hari terakhir Ramadhan, biasanya mereka mengadakan buka bersama, dimana makanan bukanya (iftar) merupakan persembahan dari beberapa negara perwakilan yang ada di Vietnam. Blogger sangat menyukai saat-saat itu karena bisa mencoba aneka masakan dari beberapa negara yang berbeda (dilakukan tiap hari secara giliran di 10 hari terakhir Ramadhan), misalnya: Aljazair, Brunei Darussalam, Indonesia, Iran, Libya, Malaysia, Pakistan, dll.
Idul Fitri
Ya, kita bisa melaksanakan Sholat Ied di Masjid An-Noor bila anda sedang berada di Hanoi. Untuk itu harap mendatangi masjid untuk mengkonfirmasikan jadual pelaksanaannya yang pasti. Sebab, adakalanya pelaksanaan Sholat Ied itu berbeda (waktunya karena perhitungan hijriyah yang berbeda) dengan yang dilakukan di tanah air.
Bagaimana dengan Halal bi Halal? Hampir serupa dengan kegiatan Ramadhan, maka kegiatan Idul Fitri (Halal bi Halal) juga sangat tergantung. Tetapi, hampir setiap tahun KBRI-Hanoi selalu mengadakan Halal bi Halal yang biasanya diadakan langsung setelah usai sholat Ied. Beberapa tamu dari mancanegara (perwakilan beberapa negara) juga turut memeriahkan dengan hadir di acara Halal bi Halal yang diadakan oleh KBRI-Hanoi. Tak ketinggalan, beberapa masyindo juga mengadakan Halal bi Halal di kediamannya dengan mengundang masyindo maupun tamu-tamu mancanegara.
:: dok. pribadi :: Halal bi Halal Masyindo di kediaman Ketua Pehimpunan Masyarakat Indonesia (Permai) Hanoi
:: dok. pribadi :: Halal bi Halal masyindo di KBRI-Hanoi
Sebagai penutup tulisan, blogger ingin merekomendasikan agar anda berbekal makanan (lauk) kering siap santap ie. sambal goreng kacang-teri, sambal goreng kentang kering, serundeng, rendang, ataupun bumbu pecel agar anda ‘survive’ menjalani Ramadhan di negeri Paman Ho (Chi Minh) itu. Insya Allah! [rpi]
0 comments:
Post a Comment