<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8466777406202389664</id><updated>2011-11-24T08:01:43.444-08:00</updated><category term='home'/><category term='pak harto'/><category term='soto ayam di hanoi'/><category term='shalimar'/><category term='dor'/><category term='giao thua'/><category term='ramadhan in hanoi'/><category term='dewa dapur'/><category term='peach blossoms'/><category term='good morning'/><category term='halal food'/><category term='makanan vietnam'/><category term='tet'/><category term='banh chung'/><category term='pho halal'/><category term='musim dingin'/><category term='nasi goreng'/><title type='text'>Hanoi DotCom</title><subtitle type='html'>http://hanoidotcom.blogspot.com</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://hanoidotcom.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466777406202389664/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanoidotcom.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Anh Pandji</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_2kC51b4Uffc/R-teoiDEqiI/AAAAAAAAANk/AhztzIrrkDc/S220/Tempe+RPI.bmp'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>19</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8466777406202389664.post-1893075174087654730</id><published>2008-08-06T01:29:00.000-07:00</published><updated>2008-08-23T18:07:44.961-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ramadhan in hanoi'/><title type='text'>Ramadhan in Hanoi</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;em&gt;Kali ini blogger ingin menulis tentang pengalaman pribadi, bagaimana bisa survive melalui 10 kali Ramadhan di Hanoi?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Tulisan ini sekaligus merupakan jawaban blogger kepada beberapa teman dari tanah air yang mengirimkan email dan menanyakan, adakah kegiatan (muslim) selama Ramadhan di Hanoi? Semoga tulisan ini juga bermanfaat bagi siapa saja yang kebetulan akan melewati (masa) Ramadhan di Hanoi, Vietnam&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Insya Allah, bila anda berasa di Hanoi (dan sekitarnya) pada saat Ramadhan tahun ini (1429H) maka pada saat itu, menurut istilah blogger masih terimbas atau berada, di (penghujung) musim panas. Bukan musim dingin! Apa bedanya? Apabila Ramadhan berada di musim panas maka anda akan berpuasa dalam rentang waktu lebih lama ketimbang di musim dingin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harap dicatat bahwa saat Maghrib (buka) nanti berkisar pukul 18.12 (awal Ramadhan) – 17.45 (akhir Ramadhan), sedang saat Shubuh (sebagai patokan Imsyak 10 menit sebelumnya) berkisar pukul 04.25 (awal Ramadhan) – 04.34 (akhir Ramadhan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Buka puasa, Terawih dan Sahur&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Adalah umum bagi orang yang berpuasa untuk mencari tahu (informasi) seputar bagaimana melakukan ‘buka’ dan ‘sahur’ bila sedang bepuasa (Ramadhan) di Hanoi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun lalu ada restoran yang buka pada saat ‘buka dan ‘sahur’ di Hanoi, yaitu &lt;a href="http://hanoidotcom.blogspot.com/2008/03/halal-pho-di-hanoi.html"&gt;Restoran Nisa&lt;/a&gt;, yang merupakan satu-satunya restoran halal saat itu. Namun, saat ini telah ada dua restoran baru yang menyediakan makanan halal, yaitu &lt;a href="http://hanoidotcom.blogspot.com/2008/05/soto-ayam-di-hanoi.html"&gt;Restoran Malaysia in Hanoi &lt;/a&gt;dan Restoran Sri Belango. Blogger belum tahu pasti, apakah mereka (kedua restoran baru itu) akan buka untuk menyediakan makan sahur? Silakan mengontak (telepon) mereka untuk memastikannya. Alamat dan nomor telepon ketiga restoran itu dapat anda peroleh detailnya &lt;a href="http://permai-hanoi-masyindovn.blogspot.com/"&gt;di sini&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian apabila anda beruntung, blogger menggunakan istilah beruntung karena itu sangat tergantung, dapat juga mengikuti kegiatan buka bersama (berikut shalat terawihnya) yang diadakan oleh Masyarakat Indonesia (masyindo) Hanoi. Biasanya masyindo melakukan kegiatan (Ramadhan) itu di Mushola At-Tauhid, KBRI-Hanoi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa blogger menggunakan istilah ‘sangat tergantung’? Itu memang benar adanya. Maksudnya, kegiatan Ramadhan oleh masyindo di Hanoi itu sangat tergantung kepada adanya person (in charge) yang menggerakkannya. Pada suatu masa blogger mengalami bahwa 3 kali dalam seminggu masyindo melakukan buka puasa, terawih dan taddarus di Muasholla At-Tauhid itu. Tetapi pada masa yang lain bahkan tidak ada kegiatan Ramadhan sama sekali. Oleh sebab itu, bila anda berada di Hanoi dan sedang mencari info tentang kegiatan Ramadhan, ada baiknya menghubungi Azhar Rizal atau Raihan Khumaini (KBRI-Hanoi) untuk memastikan ada-tidaknya kegiatan Ramadhan di Musholla At-Tauhid itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, anda juga dapat mendatangi satu-satunya masjid di Hanoi, yaitu Masjid An-Noor yang beradan di Jalan Hang Luoc No. 12, Hanoi. Sepanjang yang blogger alami, mereka selalu mengadakan Sholat Terawih bersama. Di sepuluh hari terakhir Ramadhan, biasanya mereka mengadakan buka bersama, dimana makanan bukanya (iftar) merupakan persembahan dari beberapa negara perwakilan yang ada di Vietnam. Blogger sangat menyukai saat-saat itu karena bisa mencoba aneka masakan dari beberapa negara yang berbeda (dilakukan tiap hari secara giliran di 10 hari terakhir Ramadhan), misalnya: Aljazair, Brunei Darussalam, Indonesia, Iran, Libya, Malaysia, Pakistan, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Idul Fitri&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ya, kita bisa melaksanakan Sholat Ied di Masjid An-Noor bila anda sedang berada di Hanoi. Untuk itu harap mendatangi masjid untuk mengkonfirmasikan jadual pelaksanaannya yang pasti. Sebab, adakalanya pelaksanaan Sholat Ied itu berbeda (waktunya karena perhitungan hijriyah yang berbeda) dengan yang dilakukan di tanah air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan Halal bi Halal? Hampir serupa dengan kegiatan Ramadhan, maka kegiatan Idul Fitri (Halal bi Halal) juga sangat tergantung. Tetapi, hampir setiap tahun KBRI-Hanoi selalu mengadakan Halal bi Halal yang biasanya diadakan langsung setelah usai sholat Ied. Beberapa tamu dari mancanegara (perwakilan beberapa negara) juga turut memeriahkan dengan hadir di acara Halal bi Halal yang diadakan oleh KBRI-Hanoi. Tak ketinggalan, beberapa masyindo juga mengadakan Halal bi Halal di kediamannya dengan mengundang masyindo maupun tamu-tamu mancanegara. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5231320355452487458" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_2kC51b4Uffc/SJliJYUEByI/AAAAAAAAAUo/jsGt8JnXHJg/s400/DSCN0697.JPG" border="0" /&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;:: dok. pribadi ::&lt;/span&gt; Halal bi Halal Masyindo di kediaman Ketua Pehimpunan Masyarakat Indonesia (Permai) Hanoi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5231319793355492002" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_2kC51b4Uffc/SJlhoqVsiqI/AAAAAAAAAUg/5iY_16uSaho/s400/DSCN0425.JPG" border="0" /&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;:: dok. pribadi ::&lt;/span&gt; Halal bi Halal masyindo di KBRI-Hanoi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebagai penutup tulisan, blogger ingin merekomendasikan agar anda berbekal makanan (lauk) kering siap santap ie. sambal goreng kacang-teri, sambal goreng kentang kering, serundeng, rendang, ataupun bumbu pecel agar anda ‘survive’ menjalani Ramadhan di negeri Paman Ho (Chi Minh) itu. Insya Allah! [rpi] &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8466777406202389664-1893075174087654730?l=hanoidotcom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanoidotcom.blogspot.com/feeds/1893075174087654730/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8466777406202389664&amp;postID=1893075174087654730' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466777406202389664/posts/default/1893075174087654730'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466777406202389664/posts/default/1893075174087654730'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanoidotcom.blogspot.com/2008/08/ramadhan-in-hanoi.html' title='Ramadhan in Hanoi'/><author><name>Anh Pandji</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_2kC51b4Uffc/R-teoiDEqiI/AAAAAAAAANk/AhztzIrrkDc/S220/Tempe+RPI.bmp'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_2kC51b4Uffc/SJliJYUEByI/AAAAAAAAAUo/jsGt8JnXHJg/s72-c/DSCN0697.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8466777406202389664.post-1375099663242482040</id><published>2008-06-23T01:02:00.000-07:00</published><updated>2008-06-27T20:11:47.002-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='makanan vietnam'/><title type='text'>Sorry, its not halal!</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_2kC51b4Uffc/SF9Zm7RPsFI/AAAAAAAAATA/0lTCTfZgGfg/s1600-h/pho_bo2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5214985418798248018" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_2kC51b4Uffc/SF9Zm7RPsFI/AAAAAAAAATA/0lTCTfZgGfg/s400/pho_bo2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;&lt;em&gt;"Kenapa blogger tidak pernah menulis tentang makanan Vietnam?"&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Itu adalah salah satu pertanyaan melalui email kepada blogger. Jawaban blogger berikut ini mungkin tidak memuaskan. Maaf. Tetapi, bagi rekan muslim pasti dapat memahaminya. Alasannya, tentu saja “Halalan Thoyyibah”! Maksudnya, sangat sulit bagi blogger menulis sesuatu yang blogger sendiri tidak mengalaminya dan mengetahui dengan persis. Itu karena hampir sebagian besar makanan Vietnam mengandung bahan-bahan (konten) ataupun proses yang tidak halal bagi seorang muslim untuk mengonsumsinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, terkadang sebutan atau nama makanan itu saja sudah mengecoh kita. Sebagai contoh, &lt;strong&gt;“Shrimp Spring Rolls”&lt;/strong&gt; atau (&lt;strong&gt;Goi Cuon&lt;/strong&gt;). Sepintas kalau mengetahui namanya saja, kesannya makanan itu tidak mengandung konten yang tidak halal. Tetapi bagi yang mengetahuinya maka akan menghindari spring roll (lumpia Vietnam) itu karena salah satu kontennya adalah daging babi cincang (ground lean pork). Banyak kawan Vietnam yang memastikan hal itu, tentang proses pembuatan dan konten dari lumpia Vietnam yang sangat diragukan kehalalannya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa contoh lain. Tentu anda sangat mengenal nasi goreng bukan atau disebut “&lt;strong&gt;Com Rang&lt;/strong&gt;” (dalam bahasa lokal). Kalau di Indonesia, campurannya paling hanya irisan daging ayam dan beberapa macam sayuran. Tetapi kalau di Vietnam, masih ditambah dengan potongan (sangat kecil) sosis babi. Ada pengalaman pribadi tentang hal ini. Suatu ketika saya menghadiri acara, katakanlah sebuah seminar yang membahas tentang perdagangan bilateral. Ketika itu saya sempat melakukan konfirmasi ke panitia bahwa makanan yang disajikan semuanya halal. Saya cukup senang dengan konfirmasi itu. Lalu, tibalah saat penyajian makanan ke masing-masing meja. Kebetulan saya duduk bersebelahan dengan beberapa kawan asing, diantaranya Vietnamese. Salah satu hidangan yang ada di list menu saat itu adalah “&lt;strong&gt;Tom Com Rang&lt;/strong&gt;” (nasi goreng udang). Ketika 'tom com rang' itu disajikan kepada saya, kawan Vietnamese di sebelah saya kontan mengatakan bahwa saya hendaknya tidak memakan sajian itu karena tidak halal konten. Kawan Vietnam itu menunjukkan kepada saya potongan kecil sosis babi yang selintas seperti potongan sosis daging umumnya di nasi goreng yang di hidangkan di piring saya. Astaghfirullah! &lt;a href="http://bp2.blogger.com/_2kC51b4Uffc/SF9ZmukPV0I/AAAAAAAAASw/z0FHBXI6SgU/s1600-h/Chao_tom2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5214985415388256066" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_2kC51b4Uffc/SF9ZmukPV0I/AAAAAAAAASw/z0FHBXI6SgU/s400/Chao_tom2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Chao Tom&lt;/strong&gt;. Ini mirip sate pasta udang yang menggunakan batang tebu sebagai pengganti tusuk satenya. Ternyata untuk membuat makanan ini diperlukan campuran lemak babi (silakan cek di sini: &lt;a href="http://www.ivietbusiness.com/vietnamese-food-recipe.htm#Barbecued%20Shrimp%20Paste%20on%20Sugar%20Cane%20(Chao%20Tom)"&gt;http://www.ivietbusiness.com/vietnamese-food-recipe.htm#Barbecued%20Shrimp%20Paste%20on%20Sugar%20Cane%20(Chao%20Tom)&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ca Khoto&lt;/strong&gt;. Ini adalah sejenis ikan yang dimasak di dalam kuali kecil. Sepintas konten makanan ini hanya ikan dan bumbu-bumbu nabati saja. Tetapi, sebagai pengganti minyak untuk memasak ikan ini digunakanlah lemak (gajih) babi. &lt;a href="http://bp2.blogger.com/_2kC51b4Uffc/SF9ZmoSf4NI/AAAAAAAAAS4/ZqQvWjZROSs/s1600-h/Ca_khoto.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5214985413703229650" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_2kC51b4Uffc/SF9ZmoSf4NI/AAAAAAAAAS4/ZqQvWjZROSs/s400/Ca_khoto.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak jenis makanan lain yang tidak halal, baik proses maupun kontennya. Itulah mengapa blogger tidak dapat membuat tulisan tentang makanan Vietnam di blog ini. Mohon memakluminya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Namun demikian, bukan berarti tidak ada makanan halal yang dapat anda temui bila sedang berada di Hanoi. Berikut ini beberapa tempat yang menyediakan makanan halal:&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://hanoidotcom.blogspot.com/2008/03/halal-pho-di-hanoi.html"&gt;Nisa Halal Restaurant &lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://hanoidotcom.blogspot.com/2008/05/soto-ayam-di-hanoi.html"&gt;Malaysia in Hanoi Restaurant&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://permai-hanoi-masyindovn.blogspot.com/"&gt;Warung Sri Belango&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://permai-hanoi-masyindovn.blogspot.com/"&gt;Khazaana Restaurant&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://hanoidotcom.blogspot.com/2008/03/nikmatnya-nasgor-di-hanoi.html"&gt;Melia Hanoi Hotel&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;[rpi]&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#990000;"&gt;&lt;em&gt;Catatan: foto-foto di tulisan ini merupakan koleksi dari &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://overlandclub.jp/ryouri"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#990000;"&gt;&lt;em&gt;http://overlandclub.jp/ryouri&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8466777406202389664-1375099663242482040?l=hanoidotcom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanoidotcom.blogspot.com/feeds/1375099663242482040/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8466777406202389664&amp;postID=1375099663242482040' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466777406202389664/posts/default/1375099663242482040'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466777406202389664/posts/default/1375099663242482040'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanoidotcom.blogspot.com/2008/06/sorry-its-not-halal.html' title='Sorry, its not halal!'/><author><name>Anh Pandji</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_2kC51b4Uffc/R-teoiDEqiI/AAAAAAAAANk/AhztzIrrkDc/S220/Tempe+RPI.bmp'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_2kC51b4Uffc/SF9Zm7RPsFI/AAAAAAAAATA/0lTCTfZgGfg/s72-c/pho_bo2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8466777406202389664.post-6207419518892847168</id><published>2008-05-30T19:44:00.000-07:00</published><updated>2008-08-11T18:58:55.363-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='soto ayam di hanoi'/><title type='text'>Soto Ayam di Hanoi</title><content type='html'>Soto?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, soto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soto ayam! Halalan thoyyibah pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa istimewanya sih? Sangat istimewa. Apalagi, bila anda berada jauh dari negeri sendiri, jauh dari sanak keluarga, dan tidak memiliki cukup fasilitas untuk membuat (baca: memasak) soto. Salah satu yang sudah pasti, adalah sangat sulit mendapatkan ‘kemiri’, ingredient utama, untuk bikin soto di negeri Paman Ho.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, berbekal informasi yang saya peroleh melalui web-log-nya &lt;a href="http://permai-hanoi-masyindovn.blogspot.com/"&gt;masyindo (masyarakat Indonesia) Vietnam&lt;/a&gt;, meluncurlah saya ke sebuah restoran di pinggirian Danau Truc Bach, Ba Dinh, Hanoi. Restoran yang beralamat di Jalan Tran Vu 136E itu bernama “Malaysia in Hanoi”. Pemiliknya seorang ibu bernama Aspalela Abdullah, asli warga negara Malaysia. Namun demikian, chef restoran itu asli warga Indonesia, bernama Rohman. Maka jangan heran bila beberapa menu makanan atau ketika anda mencoba makanan disana nanti sangat bercitarasa Indonesia. Atau, Indonesia bangets …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5206369466974028562" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_2kC51b4Uffc/SEC9chhtQxI/AAAAAAAAAQc/hJfHlUP-bhQ/s320/DSCN1800.JPG" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Restoran (halal) Malaysia in Hanoi, 136E Tran Vu, Truc Bach Lake, Ba Dinh District, Ha Noi [dok.rpi]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mempelajari dengan seksama daftar menu yang disodorkan kepada saya, maka saya memutuskan untuk mencoba ‘Soto Ayam’ saat pertama mengunjungi restoran yang berada di lantai dasar dari sebuah apartemen sewa itu. Sejak itu, setiap berkunjung ke tempat itu, saya selalu memesan soto ayam. Alasannya? Mudah saja. Tidak ada satu restoranpun di Hanoi yang menyajikan menu soto ayam. That’s it! Lagipula, rasanya juga mak nyus bangets. Bumbu-bumbunya kerasa bangets. Saya jadi teringat akan soto ayam langganan saya dulu di kawasan Blok-M, Jakarta Selatan. Mungkin ‘tukang soto’ yang biasa mangkal tak jauh dari pasar (kagetan) kue pagi di Blok-M itu sudah tidak di sana lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5206369484153897778" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_2kC51b4Uffc/SEC9dhhtQzI/AAAAAAAAAQs/SAF3GR9hDD0/s320/DSCN1808.JPG" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Soto ayam dan teh tarik. Hm ........ mak nyussss! [dok.rpi]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap saya datang ke restoran itu, saya selalu disambut dengan senyum khas (bak seorang bapak menyambut kedatangan anaknya) dari Pak Rohman sambil menjabat tangan saya. Sebuah sambutan yang ramah, hangat dan akrab. Setelah menanyakan kabar-berita beliau, saya langsung memesan ‘soto ayam’. Terkadang saya mengikuti Pak Rohman ke dapur untuk mengintip beliau memasak. Dapurnya cukup rapih. Bersih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5206369484153897762" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_2kC51b4Uffc/SEC9dhhtQyI/AAAAAAAAAQk/bKlXAlObPBc/s320/DSCN1791.JPG" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pak Rohman dan asistenya sedang beraksi di dapur restoran Malaysia in Hanoi [dok.rpi]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soto ayam di restoran yang memiliki view danau yang indah itu selalu disajikan bersama lontong. Lontongnya ‘menyelam’ di dalam kuah soto karena memang tidak disajikan secara terpisah. Hal itu mengingatkan akan daerah asal saya, Jawa Timur. Di Jawa Timur, hampir setiap soto selalu disajikan dengan lontong/nasi yang langsung di dalam kuah (mangkuk) sotonya. Buat saya, itu uenaaaak pol … alias uenaaaak bangets. Hehehe ….. jadi pengen nyobain, kan? Sok … datang saja ke Hanoi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haaah ….. jauh amat??? [rpi]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8466777406202389664-6207419518892847168?l=hanoidotcom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanoidotcom.blogspot.com/feeds/6207419518892847168/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8466777406202389664&amp;postID=6207419518892847168' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466777406202389664/posts/default/6207419518892847168'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466777406202389664/posts/default/6207419518892847168'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanoidotcom.blogspot.com/2008/05/soto-ayam-di-hanoi.html' title='Soto Ayam di Hanoi'/><author><name>Anh Pandji</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_2kC51b4Uffc/R-teoiDEqiI/AAAAAAAAANk/AhztzIrrkDc/S220/Tempe+RPI.bmp'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_2kC51b4Uffc/SEC9chhtQxI/AAAAAAAAAQc/hJfHlUP-bhQ/s72-c/DSCN1800.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8466777406202389664.post-1664639044604353913</id><published>2008-03-24T20:36:00.001-07:00</published><updated>2008-04-22T18:58:29.093-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nasi goreng'/><title type='text'>Nikmatnya 'nasgor' di Hanoi</title><content type='html'>Nasi goreng (nasgor) adalah kegemaran banyak orang di Indonesia. Karenanya tidaklah terlalu sulit untuk menemukan penjual nasi goreng di tanah air. Namun tidak demikian dengan yang dialami blogger anda di Hanoi atau Vietnam.Bukannya itu tidak ada, tetapi kebanyakan dari nasi goreng di sana citarasanya berbeda dengan yang banyak dijumpai di negeri kita. Nasi goreng atau dalam bahasa Vietnamnya “com rang” (baca: kem zang) kalau di Vietnam bumbunya cukup simple. Paling hanya bawang putih dan kecap asin. That’s it.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan nasi goreng di sana menggunakan minyak babi (fat oil) untuk menggorengnya. Atau, kalaupun mereka sudah menggunakan non fat oil, biasanya penjual nasi goreng di sana memberikan campuran berupa potongan ham. Tentu saja itu sebuah masalah bagi blogger maupun kawan-kawan muslim, meskipun bukan persoalan bagi kawan-kawan yang tidak mempersoalkan kehalalan suatu makanan, ketika berkunjung ke Vietnam. Kalau di Indonesia, kebanyakan penjual nasi goreng memberikan campuran potongan daging ayam atau ada juga yang menggunakan daging kambing, seperti nasi goreng kambing di Jalan Kebon Sirih, Jakarta. Ah, jadi teringat kampung-halaman nih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau anda sebagai seorang muslim yang concern dengan kehalalan suatu makanan, maka saya tidak merekomendasikan anda untuk makan di sembarang restoran ketika anda berada di Vietnam. Carilah info atau tanyakan kepada rekan bisnis atau rekan kontak anda untuk menunjukkan tempat yang menyediakan makanan halal. Ada banyak tempat di Ho Chi Minh City (HCMC) yang menyediakan makanan halal dan ada beberapa tempat di Hanoi. Silakan cek di blog-nya &lt;a href="http://www.masyindo-vietnam.blogspot.com/"&gt;Masyarakat Indonesia – Vietnam&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://permai-hcmc-masyindovn.blogspot.com/"&gt;Permai HCMC &lt;/a&gt;ataupun &lt;a href="http://permai-hanoi-masyindovn.blogspot.com/"&gt;Permai Hanoi&lt;/a&gt; untuk mendapatkan informasi tempat-tempat (restoran) yang menyediakan makanan halal di Vietnam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5181518356842588626" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_2kC51b4Uffc/R-hzfiDEqdI/AAAAAAAAAMM/wISQn_3hdoI/s320/Nasgor+Jawa.jpg" border="0" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Doc. [&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.flickr.com/photos/wimar/214404154/" target="_top"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;http://www.flickr.com/photos/wimar/214404154/&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;] &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Maaf, saya jadi lupa memoto karena saking keenakan makan nasgor saat itu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Suatu saat kalau anda berada di Hanoi dan sedang kangen dengan nasgor, saya merekomendasikan untuk mencobanya di &lt;em&gt;El Patio&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;Melia Hotel&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;Jalan Ly Thuong Kiet, Hai Ba Trung District, Hanoi&lt;/em&gt;. Rasanya mantap dan dahsyat. Mirip-mirip nasgor jawa. Maklum chef-nya memang asli Yogyakarta, namanya Pak Wadiono atau sering juga dipanggil Pak Kuat (Bahasa Vietnam: Ong Khoe). Kalau anda jadi ke sana, menurut blogger sepiring nasgor bisa di share untuk dua orang. Porsinya XL, bo! Selain citarasa yang mantap dan dahsyat, khas nasgor jawa, masih ditambahin krupuk udang, 2 tusuk sate daging dan 2 tusuk sate udang lengkap dengan sambal uleg terasi. Blogger berani menjamin itu nasgor terenak di Kota Hanoi, atau bahkan Vietnam. Maaf buat nasgor-nasgor yang di tempat lain. [rpi]&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8466777406202389664-1664639044604353913?l=hanoidotcom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanoidotcom.blogspot.com/feeds/1664639044604353913/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8466777406202389664&amp;postID=1664639044604353913' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466777406202389664/posts/default/1664639044604353913'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466777406202389664/posts/default/1664639044604353913'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanoidotcom.blogspot.com/2008/03/nikmatnya-nasgor-di-hanoi.html' title='Nikmatnya &apos;nasgor&apos; di Hanoi'/><author><name>Anh Pandji</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_2kC51b4Uffc/R-teoiDEqiI/AAAAAAAAANk/AhztzIrrkDc/S220/Tempe+RPI.bmp'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_2kC51b4Uffc/R-hzfiDEqdI/AAAAAAAAAMM/wISQn_3hdoI/s72-c/Nasgor+Jawa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8466777406202389664.post-6336641653398915211</id><published>2008-03-14T17:30:00.000-07:00</published><updated>2008-06-27T20:12:43.859-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pho halal'/><title type='text'>'Halal Pho' in Hanoi</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_2kC51b4Uffc/R9sY_71eyzI/AAAAAAAAAKA/RBAq6tti9u8/s1600-h/DSCN1537.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5177759683265350450" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_2kC51b4Uffc/R9sY_71eyzI/AAAAAAAAAKA/RBAq6tti9u8/s400/DSCN1537.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;font-size:85%;"&gt;Doc. pribadi/Semangkuk Pho Halal di Nisa 'Halal' Restaurant&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;'Pho' adalah makanan kegemaran sebagain besar masyarakat Vietnam. Hampir setiap orang yang datang ke Vietnam tidak pernah melewatkan untuk mencoba pho noodle (mie beras). Itu hampir seperti mie ayam atau mie daging di Indonesia, tetapi terbuat dari beras sehingga warna mie-nya putih dan disebut 'Banh Pho'. Cirarasanya sangat khas. Bumbu utamanya selain kaldu (daging) ayam/sapi adalah kayu manis, star anise (semacam minyak sayur), jahe yang dibakar, bawang merah yang dibakar, cengkeh, merica, dan terkadang ditambahin pula kapulaga (cardamom).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Adakah ‘halal pho’ atau pho yang halal di &lt;a href="http://permai-hanoi-masyindovn.blogspot.com/"&gt;Hanoi&lt;/a&gt;? Blogger sering mendapati pertanyaan ini dari tamu yang berkunjung ke Hanoi atau sering juga melalui email dari orang Indonesia yang secara kebetulan browsing ke web-blog ‘&lt;a href="http://masyindo-vietnam.blospot.com/"&gt;Masyindo Vietnam&lt;/a&gt;’ ataupun ‘&lt;a href="http://hanoidotcom.blospot.com/"&gt;Hanoi DotCom&lt;/a&gt;’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja ada. Tetapi itu sangat, sangat dan sangat terbatas. Baik yang menjual pho maupun pilihan pho halal itu sendiri. Salah satu yang menyediakan pho halal di Hanoi adalah Nisa ‘Halal’ Restoran. Pemilik restoran ini adalah Ben Taat Haji Alias, seorang kawan berkebangsaan Malaysia dan beristrikan Adlena Abdullah, orang local (Vietnam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Ben, begitu blogger biasa memanggilnya, pertama kali blogger kenal saat usai Sholat Jumat di Masjid An-Noor, Hanoi. Mungkin dari beberapa tulisan blogger di web-blog, blogger sering menyebutkan adanya perkenalan saat bertemu di masjid. Ya, memang demikianlah yang diajarkan oleh agama. Bersilaturrahimlah saat berada atau bertemu di masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika kami bertemu lagi karena Pak Ben memerlukan kendaraan dan ingin membeli dari perusahaan tempat blogger beraktivitas (kerja jadi TKI, hehehe ….). Dari bincang-bincang saat transaksi jual-beli kendaraan itu blogger mengetahui bahwa Pak Ben ingin memulai usaha mengelola hotel dan restoran halal di Hanoi. Mengetahui rencana Pak Ben saat itu, blogger girang bukan kepalang. Blogger bilang ke kawan dekat ini, yang pernah malang melintang melatih tim sepak takraw di beberapa negara itu, bahwa blogger sangat mendukung ide itu dan akan membantu sebisanya bila diperlukan untuk menyukseskan pembukaan usahanya itu. Maklum sangatlah sulit bagi orang muslim mendapatkan restoran halal di Hanoi (Vietnam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membuka restoran halal, tentu saja merupakan tantangan sekaligus peluang. Maka pada awal 2001 Pak Ben memulai usaha restoran halal sekaligus mengelola Tien Thuy Hotel. Saat itu restoran milik bapak dua anak itu hanya memiliki 4 buah set meja untuk melayani pelanggannya. Menyusul banyaknya pelanggan, terutama para turis yang sedang berkunjung ke Vietnam dan sangat concern dengan halal food, maka sejak pertengahan 2002 restoran itu dipindahkan lokasinya ke tempat yang lebih representative di Jalan Nguyen Huu Huan No. 90, Hanoi di seputaran Hoan Kiem Lake atau Old Quarter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiranya memang tidak salah kalau blogger sebutkan sebagai peluang. Betapa tidak? Pada saat untuk pertama kali Sea games diadakan di Vietnam tahun 2003, dengan basis kegiatan di Hanoi, maka restoran yang baru-baru ini merekrut seorang manajer (Mohd Azhar Bin Haris) dari Malaysia itu menjadi rujukan pertama dan utama bagi sebagaian besar kontingen tim sea games untuk memperoleh makanan halal. Subhanallah! Dan, sejak saat itu pula restoran milik bapak yang selalu ramah kepada siapa saja itu seolah menjadi icon restoran halal di Hanoi. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Perlu dituliskan juga di sini bahwa &lt;a href="http://www.nisa-restaurant.com/"&gt;Nisa Restaurant &lt;/a&gt;itu tidak hanya menyediakan pho, tetapi berbagai masakan lainnya yang merupakan masakan khas Malaysia, Indonesia dan India. Sekedar menyebut beberapa masakan favorit blogger: nasi lemak, kari ikan, sup daging, sate ayam dan nasi goreng seafood.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5177760104172145474" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_2kC51b4Uffc/R9sZYb1ey0I/AAAAAAAAAKI/IDcTp6e7Bh8/s400/DSCN1525.JPG" border="0" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;font-size:85%;"&gt;Doc. pribadi/Dengan melakukan usaha yang halal, semoga mendapatkan banyak barokah&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Adakah tempat lain yang menyediakan pho halal di Hanoi? Ya, ada satu lagi. Namanya restoran Malaysia Halal Cuisine yang terletak di 136 E Tran Vu, True Bach, Ba Dinh District, Hanoi. Blogger akan membuat tulisan tentang tempat ini pada kesempatan lain.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Oh ya, bagi pembaca muslim yang kebetulan berkunjung ke Nisa Halal Restaurant, sempatkan untuk &lt;strong&gt;mengisi kotak amal jariyah&lt;/strong&gt; di sana. Jazakumullah. [rpi]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5177760421999725394" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_2kC51b4Uffc/R9sZq71ey1I/AAAAAAAAAKQ/zCJef4PDqWo/s400/DSCN1534.JPG" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;font-size:85%;"&gt;Doc. pribadi/"Assalamualaikum" ... itulah ucapan khas Pak Ben ketika menyambut tamunya datang ke restorannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:85%;"&gt;***************************&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;Alamat lengkap Nisa "Malaysian, Indonesian &amp;amp; Indian cuisine" Restaurant:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;90 Nguyen Huu Huan Street, Hoan Kiem District, Hanoi - Vietnam&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;Tel. (+844) 9261859; Fax. (+844) 9261916&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;Email: &lt;/span&gt;&lt;a href="mailto:nisarestaurant@yahoo.com.sg"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;nisarestaurant@yahoo.com.sg&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt; atau &lt;/span&gt;&lt;a href="mailto:bentaat@gmail.com"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;bentaat@gmail.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;Website: &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.nisa-restaurant.com/"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;www.nisa-restaurant.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8466777406202389664-6336641653398915211?l=hanoidotcom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanoidotcom.blogspot.com/feeds/6336641653398915211/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8466777406202389664&amp;postID=6336641653398915211' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466777406202389664/posts/default/6336641653398915211'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466777406202389664/posts/default/6336641653398915211'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanoidotcom.blogspot.com/2008/03/halal-pho-di-hanoi.html' title='&apos;Halal Pho&apos; in Hanoi'/><author><name>Anh Pandji</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_2kC51b4Uffc/R-teoiDEqiI/AAAAAAAAANk/AhztzIrrkDc/S220/Tempe+RPI.bmp'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_2kC51b4Uffc/R9sY_71eyzI/AAAAAAAAAKA/RBAq6tti9u8/s72-c/DSCN1537.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8466777406202389664.post-5918437608781477578</id><published>2008-03-11T08:01:00.000-07:00</published><updated>2008-03-11T19:05:02.928-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='shalimar'/><title type='text'>Oh Shalimar ...</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_2kC51b4Uffc/R9agHL1eyuI/AAAAAAAAAJY/vhR0E3KYq44/s1600-h/DSCN1519.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5176500867005598434" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_2kC51b4Uffc/R9agHL1eyuI/AAAAAAAAAJY/vhR0E3KYq44/s320/DSCN1519.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Doc. pribadi/Restoran Masakan India/Pakistan "Shalimar" di malam hari&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Mengunjungi teman selalu merupakan saat yang paling menyenangkan bagi saya. Selain dapat bertemu muka langsung (silaturrahim) juga dapat berbagi cerita, pengalaman, dan informasi (yang berguna) lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyusul adanya pertanyaan dari seorang kawan lewat email, yang menanyakan soal restoran halal di Hanoi, saya menyempatkan untuk bersilaturrahim ke teman lama, Raja Ali namanya. Maksud kunjungan itu, tentu saja, selain silaturrahim juga untuk memastikan apakah restoran yang dimiliki oleh Raja Ali itu masih ‘baik-baik’ saja? Saya mengenal pemilik restoran Shalimar, Hanoi itu 3 tahun lalu. Saat itu kami secara kebetulan bertemu di masjid An-Noor seusai Sholat Jumat. Kala itu setelah saling mengenal, kami sampai pada pembicaraan hangat bahwa kawan itu ingin membuka usaha restoran halal di Hanoi. Tentu saja, mengetahui rencana tersebut, sebagai seorang muslim saya menyambutnya dengan sangat gembira mengingat restoran halal di Hanoi sangat-sangat langka. Awalnya kawan yang pernah berprofesi sebagai ahli keuangan di London, Inggris itu memulai usaha restorannya di sebuah kawasan baru (orang Hanoi menyebutnya sebagai Thang Long Village) dekat Cau Giay. Setahun di tempat itu, kemudian kawan yang juga menekuni bisnis batu marmer itu memindahkan restorannya ke jalan Ma May No. 63 di kawasan Hoan Kiem Lake. Sejak menempati lokasi baru itu usaha restorannya semakin maju dan berkembang. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5176500553472985810" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_2kC51b4Uffc/R9af071eytI/AAAAAAAAAJQ/fExiayfy9b8/s320/DSCN1518.JPG" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;Doc. pribadi/"Best Indian/Pakistasni Curry House", adalah klaim pemiliknya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Namun sayang. Nampaknya disanalah awal persoalan muncul. Di pertemuan minggu malam itu, saya mendapat kabar ‘kurang baik’ dari Raja Ali. Menurutnya, tempat yang berukuran seluas hanya 60 meter persegi yang disewa untuk usaha restorannya itu tidak akan diperpanjang lagi sewanya oleh sang pemilik. Empunya tempat itu bermaksud membuka usaha restoran untuk anaknya di tempat itu juga. Sial bukan? Tadinya ruangan itu hanyalah ruang kosong di lantai dua, sedang di bawahnya digunakan untuk kantor oleh sebuah agen perjalanan (wisata). Nah, rupanya, sejak tempat kosong itu dijadikan usaha restoran dan banyak pengunjungnya, pemilik tempat itu juga tertarik untuk membuka usaha restoran. Maka sejak pertengahan maret 2008 nanti, suka tidak suka kawan saya itu harus pindah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak kaget ketika mengetahui bahwa harga sewa sepetak tempat di lantai dua untuk usaha makanan halal itu sebesar USD 1.000/perbulan! Itu karena memang harga sewa tempat di Hanoi, lebih-lebih Ho Chi Minh City (HCMC), termasuk salah satu yang tertinggi (termahal) di kawasan Asia Pacific. Sebagai sedikit info bagi yang ingin buka usaha dan memerlukan tempat bahwa harga sewa tempat untuk ukuran sekitar 20 meter persegi, khususnya di kawasan Hoan Kiem Lake atau &lt;em&gt;old quarter&lt;/em&gt;, adalah mulai dari USD 1.200/perbulan. Bahkan menurut Raja Ali di daerah sekitar Bic-C (Trung Hoa) harga sewa tempat untuk ukuran sekitar 100 meter persegi adalah sebesar USD 6.000/perbulan! Alamak, itu artinya sama mahalnya dengan di daerah Hoan Kiem Lake atau&lt;em&gt; old quarter&lt;/em&gt; dong? Menurut laporan CB Richard Ellis Vietnam  (property agent) bahwa rata-rata harga sewa tempat di Hanoi berkisar USD 30-40/sqm/bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke laptop, hehehe … maksud saya ke persoalan pindah tempat usaha restoran tadi. Hingga saat ini tempat yang diinginkan untuk meneruskan usaha restoran itu belum berhasil ditemukan oleh Raja Ali. Dengan demikian maka kawan ini ‘terpaksa’ akan menghentikan usahanya setelah 15 Maret 2008 nanti. Oh Shalimar ...&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5176500038076910274" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_2kC51b4Uffc/R9afW71eysI/AAAAAAAAAJI/NwzOXX6rDfo/s320/DSCN1524.JPG" border="0" /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Doc. pribadi/Berfoto bersama Raja Ali, pemilik restoran Shalimar Hanoi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Sungguh itu suatu siatuasi yang sangat disayangkan. Lebih-lebih bagi penyuka (concern) makanan halal. Oleh karenanya, melalui tulisan ini, blogger ingin mengajak pembaca yang budiman untuk berbagi informasi apabila menemukan tempat yang kiranya cocok untuk usaha restoran masakan India/Pakistan. Tempat yang diinginkan adalah masih di sekitar tengah kota Hanoi, tidak terlalu besar, kira-kira seukuran 40 meter persegi sudah cukup memadai. Silakan mengontak blogger melalui email: &lt;/span&gt;&lt;a href="mailto:anhpandji@gmail.com"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;anhpandji@gmail.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;. Maukah anda? Terimakasih. [rpi]&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8466777406202389664-5918437608781477578?l=hanoidotcom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanoidotcom.blogspot.com/feeds/5918437608781477578/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8466777406202389664&amp;postID=5918437608781477578' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466777406202389664/posts/default/5918437608781477578'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466777406202389664/posts/default/5918437608781477578'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanoidotcom.blogspot.com/2008/03/oh-shalimar.html' title='Oh Shalimar ...'/><author><name>Anh Pandji</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_2kC51b4Uffc/R-teoiDEqiI/AAAAAAAAANk/AhztzIrrkDc/S220/Tempe+RPI.bmp'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_2kC51b4Uffc/R9agHL1eyuI/AAAAAAAAAJY/vhR0E3KYq44/s72-c/DSCN1519.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8466777406202389664.post-9173947562364433914</id><published>2008-03-01T05:54:00.000-08:00</published><updated>2008-03-05T20:56:16.469-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='banh chung'/><title type='text'>'Lebaran' TET [Bagian 5 - Banh Chung]</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_2kC51b4Uffc/R8ll1hSo2zI/AAAAAAAAAHo/YvdhEZqm-Ak/s1600-h/Banh+Chung.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5172777617155742514" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_2kC51b4Uffc/R8ll1hSo2zI/AAAAAAAAAHo/YvdhEZqm-Ak/s320/Banh+Chung.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Doc. nn/aneka Banh Chung dan Banh Day&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Tulisan ini merupakan bagian terakhir dari 5 tulisan sebelumnya, yang terdiri dari:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://hanoidotcom.blogspot.com/2008/02/lebaran-tet-di-vietnam-bagian-1.html"&gt;Bagian 1 – ‘Lebaran’ TET di Vietnam &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://hanoidotcom.blogspot.com/2008/02/lebaran-tet-bagian-2-dewa-dapur.html"&gt;Bagian 2 – Dewa Dapur &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://hanoidotcom.blogspot.com/2008/02/lebaran-tet-bagian-3-chuc-mung-nam-moi.html"&gt;Bagian 3- Chuc Mung Nam Moi &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://hanoidotcom.blogspot.com/2008/02/lebaran-tet-bagian-4-peach-blossoms.html"&gt;Bagian 4 – Peach Blossoms &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkisah. Hehehe … kayak dongeng sebelum bobo ya? Pada jaman dahulu kala, Raja Hung Vuong VI dari Dinasti Hong Bang, memutuskan untuk lengser dari tahta kerajaan setelah berhasil memukul mundur pasukan pengacau/penjajah (invader) China dari daratan Vietnam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tibalah saatnya bagi baginda raja untuk menunjuk pengganti raja sehingga beliau bisa menikmati sisa hidup dengan santai, santai dan santai. Nyamanlah, pokoknya. Kalau jaman sekarang mungkin hari-harinya akan diisi dengan rekreasi, main golf, berenang bareng sang permaisuri. Hehehe … ajiib banget yah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, sebagai kelanjutan dari kepustusan itu, baginda raja memerintahkan hulubalangnya untuk memanggil semua putra raja, yang saat itu sudah menjabat sebagai pangeran di beberapa bagian kerajaan. Baginda raja bertitah, “ Beberapa waktu yang lalu, para pendahulu kita telah mengabdikan sebagian besar waktu dan tenaganya untuk menyejahterakan rakyat, sehingga pada saat ini rakyat dapat hidup dalam kecukupan, aman dan makmur. Saya ingin kalian semua mengingat jasa besar para pendahulu kita dan kalian harus siap untuk menunjukkan diri kalian sebagai generasi penerus yang siap dan cakap dalam memimpin tampuk tahta kerajaan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baginda raja berhenti sejenak, kemudian melanjutkan, “Sebagaimana kalian ketahui, saya sekarang semakin tua. Saya berencana menyerahkan tahta kerajaan kepada salah satu dari kalian. Tetapi saya belum mengetahui siapa salah satu dari kalian yang memiliki kebijaksanaan dan kepemimpinan yang pantas meneruskan tahta kepemimpinan kerajaan ini. Baiklah, saya ingin menguji kesiapan diri kalian, kiranya siapa yang paling memiliki kerendahan hati dan nurani untuk memimpin. Siapa saja diantara kalian yang dapat menyajikan persembahan yang dapat memuaskan para leluhur dan memnuhi selera saya akan menerima tahta kerajaan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyusul titah baginda raja itu, setiap pangeran menyiapkan diri dengan sebaik-baiknya untuk berkelana ke pelosok-pelosok wilayah kerajaan untuk mencari makanan yang paling eksotis, tidak biasa, sebagai persembahan mereka kepada para leluhur dan baginda raja. Diantara beberapa pangeran, Tiet Lieu adalah pangeran yang termuda dan tidak berpunya alias termiskin Namun demikian, dialah yang paling mengabdikan diri kepada kerajaan dan berperilaku terpuji (budiman, rendah hati). Tidak seperti kakak-kakaknya, dia tinggal bersama ayahnya, baginda raja. Tetapi karena begitu miskinnya sehingga tidak memiliki kemampuan untuk membeli dan menyiapkan suatu hidangan yang mewah sebagai persembahan. Dia sangat sedih dan kuatir karena tidak mengetahui apa yang harus diperbuatnya. Itu bukan karena dia menginginkan tahta kerajaan. Dia hanya ingin membuat ayahnya senang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu malam ketika dia berpikir lagi bagaimana membuat ayahnya senang, Tiet Lieu kelelahan dan tertidur. Dalam tidurnya, dia melihat seorang kakek tua dengan rambut putih keperakan menghampirinya dan berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ketulusan dan perhatiamu telah menyentuh relung hatiku. Kamu sungguh pantas untuk menerima tahta kerajaan dari ayahmu. Kamu tidak perlu pergi kemanapun untuk menyiapkan persembahan makanan itu. Karena itu hanya buang-buang waktu, tenaga dan uang. Dari semua makanan, beras adalah yang paling tepat dan berharga dari semuanya, selain berlimpah pula. Kamu dapat menemukannya di manapun di bagian kerajaan ayahmu. Pergilah dan dapatkan beras ketan. Masaklah hingga benar-benar matang lalu bentuklah beras ketan itu sehingga bundar dan disebut Banh Day. Itu melambangkan langit di mana kita tinggal. Lalu, buatlah yang sama tetapi dalam bentuk yang kotak. Isilah di tengah-tengah kue yang berbentuk kotak (persegi) itu dengan pasta kacang kedelai dan campuran daging (babi) yang telah dicincang. Itu disebut Banh Chung, yang melambangkan bumi. Hantarkan kedua makanan itu kepada baginda raja sebagai persembahan kepada leluhur”. Setelah berkata seperti itu, kakek tua tadi menghilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika terjaga, Tiet Lieu sangat gembira dan segera menyiapkan makanan seperti apa yang dituturkan oleh kakek tua dalam mimpinya itu. Pada hari “H” saat diadakannya pesta untuk menerima persembahan dari para pengeran itu, kakak-kakak Tiet Lieu membawa persembahan makanan yang beraneka macam dari tempat-tempat yang berbeda dan jarang ditemukan. Sedang saudara termuda hanya menyajikan makanan kue beras manis berbentuk persegi dan bundar. Setelah mencicipi kue-kue yang dipersembahkan oleh kakak-kakak Tiet Lieu, baginda raja menggelengkan kepalanya tanda ketidaksukaannya. Baginda raja sangat kaget melihat persembahan dari pangeran termuda. Kemudian baginda raja menanyakan kepada pangeran termuda, apa nama kue itu dan kenapa memilih kue itu sebagai persembahan buat para leluhur. Pangeran muda lalu menjelaskan dengan sejujurnya (apa adanya) setiap kue persembahan kepada ayahandanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berpikir sejenak, baginda raja memutuskan untuk memilih sajian kue dari pengeran muda sebagai persembahan kepada leluhur. Setelah acara persembahan usai, baginda raja meminta kue-kue itu dipotong dan dibagikan kepada setiap orang yang hadir untuk menikmatinya. Setelah merasakan kue itu, para hadirin menyetujui bahwa banch chung adalah sajian terenak yang sangat special dan belum pernah mereka makan sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baginda raja sangat yakin untuk menyerahkan mahkota kerajaan kepada pangeran termuda, Tiet Lieu. Dengan lantang baginda raja mengatakan bahwa,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kue yang bundar melambangkan syurga (khayangan) dan aku namakan Banh Day. Kue yang kotak melambangkan bumi dan aku namakan Banh Chung. Beras ketan, babi, kacang kedelai, dan daunnya melambangkan binatang dan tanaman”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon begitulah ceritanya dan sejak saat itu setiap datang saat merayakan tahun baru (TET) maka orang-orang Vietnam akan membuat Banh Chung dan Banh Day untuk persembahan kepada para leluhur mereka, kemudian mereka jadikan sebagai santapan special disaat TET.  Sayang saya sendiri belum pernah merasakan banh chung dan banh day itu karena non-halal. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Adakah 'persembahan' dari anda buat para leluhur anda ie. pahlawan kusuma bangsa, kakek-nenek dari keluarga yang telah mendahului kita kembali ke hadlirat Allah SWT? Tentu ada, ya? Misalnya, &lt;strong&gt;setiap doa yang kita panjatkan sehabis sholat&lt;/strong&gt;. [rpi] &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5172777831904107330" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_2kC51b4Uffc/R8lmCBSo20I/AAAAAAAAAHw/Vxz9zSPrMFk/s320/Banh+Chung-5.JPG" border="0" /&gt;&lt;/span&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Doc. maiviolet/hidangan Banh Chung dan Banh Day di saat TET&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8466777406202389664-9173947562364433914?l=hanoidotcom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanoidotcom.blogspot.com/feeds/9173947562364433914/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8466777406202389664&amp;postID=9173947562364433914' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466777406202389664/posts/default/9173947562364433914'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466777406202389664/posts/default/9173947562364433914'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanoidotcom.blogspot.com/2008/03/lebaran-tet-bagian-5-banh-chung.html' title='&apos;Lebaran&apos; TET [Bagian 5 - Banh Chung]'/><author><name>Anh Pandji</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_2kC51b4Uffc/R-teoiDEqiI/AAAAAAAAANk/AhztzIrrkDc/S220/Tempe+RPI.bmp'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_2kC51b4Uffc/R8ll1hSo2zI/AAAAAAAAAHo/YvdhEZqm-Ak/s72-c/Banh+Chung.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8466777406202389664.post-3891621863335358309</id><published>2008-02-27T20:38:00.000-08:00</published><updated>2008-03-02T19:40:09.922-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='peach blossoms'/><title type='text'>'Lebaran' TET [Bagian 4 - Peach Blossoms]</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_2kC51b4Uffc/R8Y7pae5tHI/AAAAAAAAAGw/p-iaLtYtGys/s1600-h/TET+2008.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5171886804751201394" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_2kC51b4Uffc/R8Y7pae5tHI/AAAAAAAAAGw/p-iaLtYtGys/s320/TET+2008.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Doc. pribadi/Peach Blossoms di saat TET&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Kalau kebetulan anda berkunjung ke Vietnam di saat TET, sekitar akhir Januari atau awal Februari, maka anda akan menjumpai aneka bunga warna-warni yang menghiasi rumah-rumah, boulevard, taman kota, ataupun kantor-kantor pemerintah maupun swasta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu yang banyak diburu orang Vietnam menjelang TET adalah &lt;strong&gt;‘peach blossoms’&lt;/strong&gt; (bunga peach) yang berwarna merah muda (pink). Seminggu menjelang TET maka anda akan menjumpai penjaja peach blossoms, bukan hanya bunganya tetapi berikut batang tanaman maupun pohon tanaman itu sendiri, di hampir setiap jalan yang anda lalui. Kalau di Hanoi, maka tempat-tempat yang banyak dijumpai adanya penjaja bunga itu misalnya di kawasan Ho Tay (West Lake) tepatnya di Jalan Au Co, Jalan Ngi Tam, Jalan Hang Luoc (depan Masjid An-Noor), dan Jalan Pham Van Dong (di depan pintu gerbang kawasan Ciputra International City menuju ke Red River bridge). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5171888978004653234" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_2kC51b4Uffc/R8Y9n6e5tLI/AAAAAAAAAHQ/yNufG1nOgp0/s320/DSCN2064.JPG" border="0" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Doc. pribadi/penjaja peach blossoms di pinggiran jalan kota Hanoi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Semakin mendekati saat TET maka harga peach blossoms itu semakin mahal. Untuk yang berukuran kecil harganya sekitar VND 60.000 (Rp 34.000), ukuran sedang VND 80.000 (Rp 45.000), dan yang berukuran besar berharga di atas VND 120.000 (Rp 67.000).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunga-bunga yang cantik itu hanya mereka pajang kira-kira selama dua minggu saja. Setelahnya, itu akan di letakkan begitu saja di pinggir-pinggir jalan. Kemudian para petani bunga peach akan mengambilnya untuk di tanam kembali di kebun-kebun bunga mereka hingga siap di panen menjelang TET tahun depan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5171889510580597954" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_2kC51b4Uffc/R8Y-G6e5tMI/AAAAAAAAAHY/GEChFc4SXcE/s320/DSCN2065.JPG" border="0" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Doc. pribadi/ penjaja bunga untuk TET di kota Hanoi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;Pengusir Setan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunga peach dipercaya oleh orang-orang Vietnam, khususnya di bagian utara, sebagai bunga pengusir setan. Asal muasal adanya kepercayaan itu karena sebuah cerita legenda. Alkisah bahwa pada jaman dulu kala, di kawasan timur pegunungan Soc Son (dekat Noi Bai airport – Hanoi), terdapat sebuah pohon peach raksasa. Pohon itu sedemikian besarnya hingga bayangannya menaungi areal yang cukup luas. Di atas pohon itu hiduplah dua dewa yang sangat kuat (bukan Dewa 19-nya Ahmad Dhani ya …) namanya ‘Dewa Tra’ dan ‘Dewa Uat Luy’. Mereka menjaga masyarakat yang tinggal di sekitar district (kecamatan) Soc Son tadi dari gangguan setan. Kabarnya setan-setan di sana sangat takut dengan kedua dewa itu bahkan ketika mereka (setan-setan) melihat pohon peach itu membuat mereka ngeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi sebagaimana pernah dikisahkan sebelumnya di blog ini juga (baca ‘&lt;a href="http://hanoidotcom.blogspot.com/2008/02/lebaran-tet-bagian-2-dewa-dapur.html"&gt;Lebaran’ TET – Bagian 2&lt;/a&gt;) bahwa kedua dewa itu harus pergi menemui bos-nya dewa, Ngoc Hoang, di akhir tahun. Selama kedua dewa itu pergi maka para setan memiliki kesempatan mengganggu penduduk yang ada di sana. Untuk melawan gangguan para setan maka penduduk di sana mengambil bunga peach (berikut batangnya) untuk di pajang di rumah-rumah yang mereka yakini dapat mengusir setan-setan itu. Sejak saat itu maka setiap TET tiba maka orang-orang Vietnam, khususnya yang di bagian utara, memajang peach blossoms dengan keyakinan dapat mengusir gerombolan setan.&lt;br /&gt;Bagaimana dengan masyarakat di bagian selatan Vietnam, seperti di Ho Chi Minh City (HCMC) dan sekitarnya? Orang-orang disana lebih suka memajang bunga yang mirip-mirip peach blossoms juga, tetapi berwarna kuning dan berukuran (batang atau pohonnya) lebih kecil. Nama bunga itu Hoa Mai. Orang-orang di bagian selatan memajang bunga itu dengan makna yang lain dengan orang-orang di bagian utara. Hoa Mai yang berwarna kuning itu, yang dipajang di kala TET , melambangkan kemakmuran dan kesejahteraan. Bukan pengusir setan. Nah lho! Lain tempat, lain pula budaya dan kepercayaan orang-orangnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5172780121121676114" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_2kC51b4Uffc/R8loHRSo21I/AAAAAAAAAH4/hCkv4gOd70o/s320/Hoa+Mai-1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Doc. nn/ Hoa Mai - hiasan TET di HCMC dan sekitarnya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5171890438293533906" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_2kC51b4Uffc/R8Y-86e5tNI/AAAAAAAAAHg/bnunffJFXN8/s320/DSCN2112.JPG" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;Doc. pribadi/penjaja pernak pernik TET di kota Hanoi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;strong&gt;Kum Quat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah pernak pernik lainnya, selain peach blossoms, di kala TET? Masih banyak lagi. Beberapa yang dapat saya sebutkan adalah pohon “Kum Quat”. Itu adalah sejenis pohon jeruk, dimana pohonnya kecil namun buahnya (kuning) lebat. Pohon jeruk itu juga banyak diburu orang menjelang TET tiba. Lainnya, adalah hidangan buah-buahan yang biasa disajikan untuk tamu, misalnya: kelapa, semangka, mangga, papaya, pisang, nanas, jeruk manadarin, apel dan anggur. Ada juga aneka buah yang dikeringkan (manisan) seperti buah cerme, kwaci (biji watermelon/labu kuning yang dikeringkan), dll.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;Meriah juga kan suasana TET di Vietnam? Anda ingin berkunjung ke Vietnam?[rpi]&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5171887629384922274" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_2kC51b4Uffc/R8Y8Zae5tKI/AAAAAAAAAHI/xyUtJaYq1k0/s320/20022008201.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Doc. pribadi/ kumquat (pohon jeruk) untuk hiasan TET di Vietnam&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8466777406202389664-3891621863335358309?l=hanoidotcom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanoidotcom.blogspot.com/feeds/3891621863335358309/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8466777406202389664&amp;postID=3891621863335358309' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466777406202389664/posts/default/3891621863335358309'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466777406202389664/posts/default/3891621863335358309'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanoidotcom.blogspot.com/2008/02/lebaran-tet-bagian-4-peach-blossoms.html' title='&apos;Lebaran&apos; TET [Bagian 4 - Peach Blossoms]'/><author><name>Anh Pandji</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_2kC51b4Uffc/R-teoiDEqiI/AAAAAAAAANk/AhztzIrrkDc/S220/Tempe+RPI.bmp'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_2kC51b4Uffc/R8Y7pae5tHI/AAAAAAAAAGw/p-iaLtYtGys/s72-c/TET+2008.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8466777406202389664.post-5966634273436198217</id><published>2008-02-24T22:50:00.000-08:00</published><updated>2008-02-24T23:47:30.818-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='giao thua'/><title type='text'>'Lebaran' TET [Bagian 3 - Chuc Mung Nam Moi]</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_2kC51b4Uffc/R8Jnc6e5tBI/AAAAAAAAAGA/5PrUvCpzJjM/s1600-h/DSCN2063.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5170809068607616018" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_2kC51b4Uffc/R8Jnc6e5tBI/AAAAAAAAAGA/5PrUvCpzJjM/s320/DSCN2063.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Doc. pribadi/Salah satu kawasan, depan Masjid An-Noor, Jl. Hang Luoc yang beralih fungsi menjadi pasar kaget "Pasar Bunga - TET" seminggu menjelang TET&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Sebagaimana lebaran (Hari Raya ‘Idul Fitri’) di negeri kita, maka &lt;strong&gt;TET&lt;/strong&gt; di Vietnam juga merupakan sarana berkumpulnya keluarga (silaturrahim), saling tukar kado, saling mendoakan, saling memaafkan, membayar hutang. Pendek kata, memulai tahun baru dengan segala sesuatunya yang bersih kalau tidak ingin adanya hal-hal yang kurang baik akan tetap bersama mereka di tahun depan. Secara harfiah &lt;strong&gt;TET NGUYEN DAN&lt;/strong&gt; berarti hari pertama sebuah periode baru. Hari pertama atau awal tahun menurut penanggalan (&lt;em&gt;calendar&lt;/em&gt;) lunar adalah disebut-sebut sebagai resminya &lt;strong&gt;TET&lt;/strong&gt;. Bersungguh-sungguh dalam meyiapkan (menyambut) hari pertama &lt;strong&gt;TET&lt;/strong&gt; diyakini oleh masyarakat Vietnam sebagai pembawa keberuntungan (&lt;em&gt;fortunes&lt;/em&gt;) atau terhindar dari kesialan (&lt;em&gt;misfortunes&lt;/em&gt;). Hehehe … bener ngga sih, kalau kata ‘untung’ kata sifatnya ‘keberuntungan’, sedang ‘sial’ kata sifatnya ‘kesialan’. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5170809652723168290" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_2kC51b4Uffc/R8Jn-6e5tCI/AAAAAAAAAGI/Z-8J_BwORN4/s320/DSCN2068.JPG" border="0" /&gt; &lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:78%;"&gt;Doc. pribadi/Halaman Masjid An-Noor dipenuhi pedagang bunga 'kagetan' menjelang TET&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Ketika menyambut &lt;strong&gt;TET&lt;/strong&gt;, seluruh bagian rumah harus dipastikan bersih. Lahir dan batin. Pada tahun baru itu semua peralatan kebersihan seperti sapu, kemucing, pengepel, dan lain-lain disembunyikan (disimpan) buat sementara. Menyapu, mengepel (pendek kata bersih-bersih) rumah sebaiknya tidak dilakukan pada saat tahun baru dan dua hari berikutnya. Setelah hari ketiga, barulah dimungkinkan untuk mengepel lantai rumah dengan urutan-urutan tertentu. Misalnya, dimulai dari pintu depan rumah dulu, membersihkan debu-debu dulu, baru kemudian sampah-sampah yang dikumpulkan di sudut ruangan, tidak dibuang keluar rumah hingga hari kelima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Giao Thua&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Giao Thua&lt;/em&gt; adalah masa transisi antara akhir tahun dan awal tahun baru. Itu adalah salah satu momen terpenting dalam menyambut &lt;strong&gt;TET&lt;/strong&gt;. Tentu saja saat tepatnya adalah pada waktu tengah malam. Itulah saat yang tepat bagi keluarga-keluarga Vietnam ‘mengeluarkan’ atau ‘membuang’ spirit lama mereka. Ritual itu disebut &lt;strong&gt;LE TRU TICH&lt;/strong&gt;. Itu biasanya ditandai dengan menabuh gong, menabuh drum dan melakukan pesta petasan maupun pesta kembang api. Hampir di setiap pusat kota dari seluruh kota-kota di Vietnam melakukan tradisi itu. Bahkan televisi-televisi di sana melakukan siaran langsung dari beberapa kota ie. Hanoi, HCMC, Danang, Can Tho, Hue, yang sedang mengadakan pesta menyambut datangnya tahun baru itu. Di Hanoi, perhelatan besar menyambut &lt;strong&gt;TET&lt;/strong&gt; diadakan di Hoan Kiem Lake, Ho Tay Lake, dan Thu Le Lake. Selepas saat maghrib banyak orang berdatangan ke tempat-tempat itu. Jalan-jalan menuju ke ketiga danau itu sangat padat, baik oleh orang-orang yang berjalan maupun kendaraan. Kawasan yang paling padat tentu saja di seputaran Hoan Kiem Lake. Sekitar 2 -3 kilo menuju Hoan Kiem Lake, jalanan hampir-hampir tidak dapat dilalui karena saking padatnya. Apalagi ketika waktu menunjukkan pukul sembilan malam saat pertunjukan musik, tari, tabuh drum dimulai. Pesta kembang api tepat dimulai saat waktu menunjukkan pukul 12 malam atau dini hari. Sungguh sangat meriah suasana malam pergantian tahun baru itu, semeriah kala masyarakat di bagian lain di dunia ini menyambut pesta tahun baru masehi. Tapi, bedanya, saat pesta tahun baru masehi suasananya tidak semeriah pesta tahun baru &lt;strong&gt;TET&lt;/strong&gt;. Malah hampir-hampir tidak ada perhatian khusus oleh masysrakat Vietnam ketika pergantian tahun atau menyambut tahun baru masehi. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5170810434407216178" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_2kC51b4Uffc/R8Josae5tDI/AAAAAAAAAGQ/FemoFoCB1Gs/s320/DSCN2406.JPG" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Doc. pribadi/sesajian (TET) di rumah keluarga Vietnam&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Biasanya seluruh anggota keluarga-keluarga Vietnam berkumpul di ruang tengah rumah mereka, berdoa bersama, lalu saling menyampaikan selamat. Ungkapan ucapan selamat itu dalam bahasa Vietnam “Chuc Mung Nam Moi” artinya selamat tahun baru. Umumnya ungkapan itu diikuti dengan harapan seperti “Manh Khoe” (selalu sehat), “An Khang” (makmur), dan “Thinh Vuong” (bahagia).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang pergantian tahun banyak dari mereka yang pergi ke pagoda-pagoda favorit mereka untuk ‘sembahyang’ dan ‘berdoa’ memohon keberuntungan di tahun baru dan masa mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik sesudah mereka kembali dari pagoda ataupun di keesokan harinya bahwa orang pertama yang bertamu ke rumah mereka adalah sangat istimewa. Beberapa dari mereka bahkan meminta orang-orang tertentu (yang dianggap special dan dapat membawa keberuntungan) agar berkenan bertamu ke rumah mereka sesudah tengah malam. Itu bisa dari salah satu dari kerabat terdekat mereka, yang memiliki status social lebih tinggi, ataupun kawan-kawan asing mereka. Saya pernah mengalami diminta untuk mendatangi salah satu keluarga kawan Vietnam beberapa tahun yang lalu tepat setelah tengah malam di tahun baru. Hehehe … semoga saja kawan itu benar-benar mendapatkan keberkahan. Tapi, sebenarnya, kawan itu harus menyadari &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;bahwa keberkahan itu datangnya bukan dari manusia tetapi dari Sang Khalik, Allah subhanahu wata’ala&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;.&lt;/span&gt; [rpi]&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8466777406202389664-5966634273436198217?l=hanoidotcom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanoidotcom.blogspot.com/feeds/5966634273436198217/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8466777406202389664&amp;postID=5966634273436198217' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466777406202389664/posts/default/5966634273436198217'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466777406202389664/posts/default/5966634273436198217'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanoidotcom.blogspot.com/2008/02/lebaran-tet-bagian-3-chuc-mung-nam-moi.html' title='&apos;Lebaran&apos; TET [Bagian 3 - Chuc Mung Nam Moi]'/><author><name>Anh Pandji</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_2kC51b4Uffc/R-teoiDEqiI/AAAAAAAAANk/AhztzIrrkDc/S220/Tempe+RPI.bmp'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_2kC51b4Uffc/R8Jnc6e5tBI/AAAAAAAAAGA/5PrUvCpzJjM/s72-c/DSCN2063.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8466777406202389664.post-6603107400034056908</id><published>2008-02-20T00:33:00.000-08:00</published><updated>2008-02-20T00:53:32.390-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dewa dapur'/><title type='text'>'Lebaran' TET [Bagian 2 - Dewa Dapur]</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_2kC51b4Uffc/R7vnVKe5s7I/AAAAAAAAAE0/8yylK6EDoGU/s1600-h/DSCN1194.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5168979348115010482" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_2kC51b4Uffc/R7vnVKe5s7I/AAAAAAAAAE0/8yylK6EDoGU/s320/DSCN1194.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt; Doc. pribadi/The Kitchen Gods&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Apalagi kebiasaan (unik) yang mereka lakukan menjelang TET? Pada umumnya seminggu menjelang TET mereka pergi ke &lt;em&gt;temple-temple&lt;/em&gt; (kelenteng) untuk melakukan ritual persembahan. Saya kurang paham, karena mereka mengaku tidak percaya kepada Tuhan (yang ghaib/tak terlihat) tetapi mereka melakukan persembahan kepada leluhur (orang meninggal/makhluk ghaib) mereka. Biasanya persis di tengah-tengah dari bagian depan halaman kelenteng terdapat tungku besar tiga kaki (the kitchen god tao). Orang-orang Vietnam memercayai bahwa ada tiga dewa yang diperlambangkan dengan tiga kaki tungku tadi. Dewa yang di tengah adalah perempuan (dewi, kali ya?). Sedang dua dewa yang lainnya adalah suaminya. Hehehe … apakah itu dinamakan poliandri? Entahlah, ikuti saja cerita saya berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon cerita seputar &lt;em&gt;Kitchen Gods&lt;/em&gt; atau dalam bahasa Vietnamnya ‘&lt;em&gt;Tao Quan&lt;/em&gt;’ itu dari teman-teman Vietnam saya sebagai berikut. Sudah merupakan kepercayaan orang-orang Vietnam bahwa Tiga Dewa Dapur (&lt;em&gt;Three Kitchen Gods&lt;/em&gt;) berada di setiap dapur mereka. Dewa-dewa itu mengawasi apasaja kejadian di sana (dapur dan sekitarnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhir tahun, menurut kalender bulan (lunar), pada hari ke 23 di bulan ke 12, dewa-dewa itu berangkat ke 'syurga' untuk melaporkan ke &lt;em&gt;Ngoc Hoang&lt;/em&gt;, dewa tertinggi di kalangan penganut tao (Taoist Vietnam), mengenai hal-hal yang dilakukan oleh empunya dapur selama setahun ini. Biasanya di keluarga-keluarga Vietnam pada hari itu Si Tao Quan tadi diberikan makanan dan sajian. Dulu sajian itu berupa ikan (&lt;em&gt;ca chep&lt;/em&gt;/ &lt;em&gt;ca chep hong&lt;/em&gt;) yang diyakini sebagai kendaraan para dewa untuk menyampaikan laporannya kepada &lt;em&gt;Ngoc Hoang&lt;/em&gt;. Namun pada saat ini ikan itu diperlambangkan dengan sesajian berupa makanan ie. buah-buahan, biskuit, permen ataupun kembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkisah bahwa pada jaman beheula (dahulu kala) hiduplah seorang tukang kayu bersama istrinya. Mereka hidup dalam kemiskinan, sehingga sering sang suami tidak mampu memberi nafkah dengan layak meskipun hanya untuk membeli makanan. Rasa frustasi dan keputusasaan membawanya untuk sering minum-minum dan memukuli istrinya. Duh … kasihan amat, istri kok tega-teganya dipukulin. Tentu saja sang istri tak mampu menahan ‘siksaan’ it uterus-menerus. Dan, pada suatu malam sang istri melarikan diri (kabur), menghilang dari tempat tinggalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhar-hari dan berminggu-minggu sang istri mengembara di dalam hutan. Suatu ketika sang istri ini merasa sangat lapar, kelelahan, dan kakinya berdarah. Dia akhirnya mendatangi sebuah pondok (tempat tinggal) pemburu. Kebetulan pemilik pondok itu seorang pria yang baik, mempersilakan wanita itu makan dan tinggal (beristirahat) di pondok tersebut. Wanita itu menjaga pondok dan merawat kebersihannya, sehingga akhirnya kedua insan itu menikah. Wanita itu merasa bahagia dan dapat melupakan terror dari suaminya terdahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika, ketika kedua suami-istri baru itu membakar uang dan pakaian (tentu saja dari kertas atau tiruan … hehehe) untuk leluhur mereka di sebuah tungku depan pondokan mereka, seorang pria peminta-minta datang menghampiri mereka. Wanita itu mengenali bahwa peminta-minta itu adalah suaminya (terdahulu). Karena merasa kasihan dan tidak ingin kehidupannya diusik, maka wanita itu memberikan makanan dan pakaian kepada peminta-minta yang notabene suaminya (juga) itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suami baru dari wanita itu mendengar hal itu dan menaruh curiga akan kebaikan istrinya kepada peminta-minta itu. Untuk meyakinkan suami barunya akan kesetiannya, maka wanita itu melompat kedalam tungku yang membara. Mengetahui aksi itu, suami terdahulu turut menyesal dan lalu menyusul melompat ke dalam tungku. Ternyata suami yang barupun ikut-ikutan melompat ke dalam tungku itu sebagai penyesalan atas apa yang telah dipikirkannya tentang istrinya. Olala … kisah yang tragis sekali ya?&lt;br /&gt;Dewa &lt;em&gt;Ngoc Hoang&lt;/em&gt; sangat terkesan akan kejujuran ketiga orang ‘malang’ itu dan menganugerahinya sebagai Dewa Dapur (&lt;em&gt;The Gods of the Kitchen&lt;/em&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan legenda itu, setiap tanggal 23 bulan ke-12 penanggalan kalender-bulan (&lt;em&gt;lunar year&lt;/em&gt;), setiap keluarga membeli dua buah topi laki-laki (&lt;em&gt;male hats&lt;/em&gt;), sebuah topi perempuan (&lt;em&gt;female hat&lt;/em&gt;) dan 3 ekor ikan sejenis ikan mas berwarna merah (&lt;em&gt;ca chep&lt;/em&gt;/&lt;em&gt;ca chep hong&lt;/em&gt;) sebagai sesajian. Namun, saat ini, sebagaimana diceritakan di awal tulisan ini, sesjian itu telah diganti dengan makanan, buah-buahan maupun kembang. Mungkin agar praktisnya saja. Hehehe ….. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5168979558568408002" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_2kC51b4Uffc/R7vnhae5s8I/AAAAAAAAAE8/J2U91WPSsVI/s320/DSCN1195.JPG" border="0" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Doc. pribadi/ Altar - tempat persembahan sesajian&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Setelah dilakukan persembayangan, maka ikan-ikan itu akan dilepaskan kembali ke sungai atau kolam di dekat tempat tinggal mereka sebagai peruntungan. Sedangkan bila sesajian itu berupa makanan dan atau buah-buahan, maka itu akan mereka makan sendiri dengan keyakinan bahwa makanan itu telah mendapatkan berkah dari Tuhan. Oh! [rpi] &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8466777406202389664-6603107400034056908?l=hanoidotcom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanoidotcom.blogspot.com/feeds/6603107400034056908/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8466777406202389664&amp;postID=6603107400034056908' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466777406202389664/posts/default/6603107400034056908'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466777406202389664/posts/default/6603107400034056908'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanoidotcom.blogspot.com/2008/02/lebaran-tet-bagian-2-dewa-dapur.html' title='&apos;Lebaran&apos; TET [Bagian 2 - Dewa Dapur]'/><author><name>Anh Pandji</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_2kC51b4Uffc/R-teoiDEqiI/AAAAAAAAANk/AhztzIrrkDc/S220/Tempe+RPI.bmp'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_2kC51b4Uffc/R7vnVKe5s7I/AAAAAAAAAE0/8yylK6EDoGU/s72-c/DSCN1194.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8466777406202389664.post-3951657659856198579</id><published>2008-02-19T20:20:00.000-08:00</published><updated>2008-02-20T00:54:01.386-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tet'/><title type='text'>'Lebaran' TET di Vietnam [Bagian 1]</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_2kC51b4Uffc/R7urqKe5s6I/AAAAAAAAAEs/ruj6clp_7I8/s1600-h/2008+TET+View-2.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5168913738194596770" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_2kC51b4Uffc/R7urqKe5s6I/AAAAAAAAAEs/ruj6clp_7I8/s320/2008+TET+View-2.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Doc. pribadi/Bunga peach, hiasan di setiap rumah keluarga Vietnam di saat TET&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;color:#003300;"&gt;&lt;strong&gt;Pada saat ini di Vietnam masih dalam suasana TET (baca: Vietnamese New Year). Saya akan me-release tulisan berkaitan dengan TET dalam beberapa seri, mengingat banyaknya cerita di seputar TET itu sendiri. Semoga bermanfaat.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;***********&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Beberapa tahun terakhir ini selama tinggal di Vietnam saya dan keluarga hampir tidak berkesempatan merayakan ‘lebaran’ (baca: Idul Fitri atau umum dikenal sebagai hari raya) di tanah-air. Sebab utamanya adalah, anak-anak kami tidak sedang libur sekolah di saat-saat lebaran itu. Pada awal-awal kami tinggal di Vietnam, ketika anak-anak belum memasuki usia sekolah, kami selalu mudik disaat lebaran. Itu (mudik di saat lebaran) selalu memberikan sensasi yang luar biasa bagi kami karena dapat merayakan Idul Fitri, lengkap dengan suasana yang meliputinya seperti: berkumpul kembali dengan keluarga besar, mengumandangkan gema takbir (takbiran), sholat Ied berjamaah, bersilaturrahim sambil bermaaf-maafan, menikmati berbagai hidangan lebaran (ketupat dan aneka kue lebaran), hingga mudik ke kampung halaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika beberapa kali (tahun) tinggal di Vietnam, terutama di saat Tahun Baru Vietnam (Vietnamese Lunar New Year) atau umum disebut ‘TET’ ternyata suasana yang meliputi (TET) mirip-mirip dengan suasana lebaran di kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Menjelang TET&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba saja, beberapa bulan menjelang TET di Vietnam, biasanya sebulan sebelumnya, penerbangan dari luar negeri menuju Vietnam mengalami saat-saat yang sangat menyibukkan (peak season). Kondisi yang hampir sama (sibuk) juga terjadi dengan lalu-lintas kendaraan maupun penerbangan di dalam negeri Vietnam sendiri menjelang saat-saat TET. Itu karena hampir setiap orang di Vietnam juga ingin mudik menjelang TET agar dapat berkumpul dengan keluarga dan sanak familinya di kampung halaman mereka di saat TET tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karenanya TET merupakan sebuah perayaan yang sangat penting di Vietnam. Dampak ekonominya juga sangat dahsyat. Pada saat menjelang TET jumlah devisa yang dikirimkan ke Vietnam oleh Vietnamese Overseas (Vietkieu) sangat besar. Misalnya, jumlah devisa yang dikirimkan ke HCMC (Ho Chi Minh City, nama sebuah kota di bagian selatan Vietnam) saja menjelang TET tahun ini adalah sebesar USD 3 milyard. Selain itu, dari perdagangan dalam negerinya sendiri juga berbengaruh terhadap berputarnya roda perekonomian mereka. Misalnya orang-orang Vietnam ingin tampil serba baru di saat TET, mulai dari pakaian, furniture, barang-barang elektronik, sepeda motor, mobil, membersihkan dan menghias (renovasi) rumah serta yang tak kalah pentingnya adalah melunasi hutang mereka. Hehehe … yang disebut terakhir itu (melunasi hutang) sepertinya bertolak belakang dengan kebiasaan orang-orang di kita ya? Kalau kebiasaan di kampong saya, orang-orang bahkan berani berhutang hanya agar dapat tampil ‘wah’ di saat lebaran. Hehehe … ada-ada saja. [rpi]&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8466777406202389664-3951657659856198579?l=hanoidotcom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanoidotcom.blogspot.com/feeds/3951657659856198579/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8466777406202389664&amp;postID=3951657659856198579' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466777406202389664/posts/default/3951657659856198579'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466777406202389664/posts/default/3951657659856198579'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanoidotcom.blogspot.com/2008/02/lebaran-tet-di-vietnam-bagian-1.html' title='&apos;Lebaran&apos; TET di Vietnam [Bagian 1]'/><author><name>Anh Pandji</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_2kC51b4Uffc/R-teoiDEqiI/AAAAAAAAANk/AhztzIrrkDc/S220/Tempe+RPI.bmp'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_2kC51b4Uffc/R7urqKe5s6I/AAAAAAAAAEs/ruj6clp_7I8/s72-c/2008+TET+View-2.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8466777406202389664.post-5363316729961498401</id><published>2008-01-31T01:35:00.000-08:00</published><updated>2008-02-20T00:58:01.015-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dor'/><title type='text'>Welcome to Vietnam - Dor!</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_2kC51b4Uffc/R6GXDGoWWnI/AAAAAAAAAD0/rx2T2dAwUrs/s1600-h/DSCN1106.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5161572727518550642" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_2kC51b4Uffc/R6GXDGoWWnI/AAAAAAAAAD0/rx2T2dAwUrs/s320/DSCN1106.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_2kC51b4Uffc/R6GWy2oWWmI/AAAAAAAAADs/DArp1CeWv0M/s1600-h/DSCN0912.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5161572448345676386" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_2kC51b4Uffc/R6GWy2oWWmI/AAAAAAAAADs/DArp1CeWv0M/s320/DSCN0912.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ilustrasi: (Atas) Diner - Thuy Ta Restaurant, Hoan Kiem Lake, Hanoi &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(Bawah) Lunch - Sebuah restaurant di Ba Vi, Son Tay&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Saat itu sekitar pukul tujuh malam. Hujan turun rintik-rintik menambah suasana menjadi begitu dingin, maklum memang sedang winter di Hanoi saat itu. Suhu udara dilaporkan sekitar 8 derajad celcius. Saya baru memasuki sebuah restoran yang cukup ramai pengunjungnya ketika itu. Kemudian saya memilih tempat duduk di area yang dekat dengan heater, maklum lagi musim dingin, supaya dapat menghangatkan tubuh. Belum sempat saya memesan makanan yang saya inginkan, tiba-tiba dikejutkan dengan suara yang sangat mengganggu. &lt;strong&gt;Dar-der-dor!&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah kenapa? Saya masih sering kaget bila mendengar suara seperti ‘tembakan’ itu, meskipun sudah lama tinggal di Hanoi (Vietnam). Bagi pendatang baru hal itu mungkin saja sangat mengejutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan berprasangka buruk dulu. Itu bukan suara tembakan beneran. Apalagi sampai melukai seseorang atau beberapa orang pengunjung restoran. Suara dar-der-dor itu berasal dari suara bungkus plastik lap tangan. Adalah biasa kalau restoran-restoran di Vietnam menyediakan lap tangan yang dibungkus plastik. Dan, adalah 'adat' kalakuan orang-orang Vietnam membuka bungkus plastik lap tangan itu dengan cara menepok bungkus itu keras-keras sehingga menimbulkan suara seperti ledakan mercon, &lt;strong&gt;dar-der-dor!&lt;/strong&gt; Itu diakibatkan oleh pecahnya bungkus plastik lap tangan itu. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Anehnya, itu dilakukan oleh siapa saja, lho. Tua, muda, pria maupun wanitanya. Kapan saja, saat sarapan, makan siang, maupun makan malam. Dan, dimana saja, warung-warung kecil, kedai yang sedang-sedang saja maupun restoran-restoran besar.&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;div align="left"&gt;Ada-ada saja, ya? &lt;em&gt;Welcome to Vietnam&lt;/em&gt;! [rpi]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8466777406202389664-5363316729961498401?l=hanoidotcom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanoidotcom.blogspot.com/feeds/5363316729961498401/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8466777406202389664&amp;postID=5363316729961498401' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466777406202389664/posts/default/5363316729961498401'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466777406202389664/posts/default/5363316729961498401'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanoidotcom.blogspot.com/2008/01/dor.html' title='Welcome to Vietnam - Dor!'/><author><name>Anh Pandji</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_2kC51b4Uffc/R-teoiDEqiI/AAAAAAAAANk/AhztzIrrkDc/S220/Tempe+RPI.bmp'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_2kC51b4Uffc/R6GXDGoWWnI/AAAAAAAAAD0/rx2T2dAwUrs/s72-c/DSCN1106.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8466777406202389664.post-7256219811459137701</id><published>2008-01-30T22:33:00.000-08:00</published><updated>2008-01-31T01:54:07.896-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pak harto'/><title type='text'>Selamat Jalan Pak Harto</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_2kC51b4Uffc/R6GYQ2oWWoI/AAAAAAAAAD8/sG552iI9lCo/s1600-h/Bendera+di+KBRI.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5161574063253379714" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_2kC51b4Uffc/R6GYQ2oWWoI/AAAAAAAAAD8/sG552iI9lCo/s320/Bendera+di+KBRI.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ilustrasi: Bendera setengah tiang, di Wisma Duta, KBRI-Hanoi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Menyusul wafatnya Pak Harto.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(Photo by: Raihan Khumaini/KBRI-Hanoi)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Innalillaahi wa-inna ilaihi raajiun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://kbkjri-indovn.blogspot.com/2008/01/acara-pengisian-buku-duka-di-kbri-hanoi.html"&gt;&lt;span style="color:#6600cc;"&gt;Turut berduka cita dan belasungkawa&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; atas wafatnya Jenderal Besar (purn.) Haji Muhammad Soeharto, pada hari Ahad, 27 Januari 2008, pukul 13.10 WIB, di RS Pusat pertamina, Jakarta Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat Indonesia (masyindo) Hanoi juga berkesempatan menyampaikan ucapan belasungkawa itu sebagaimana dilakukan oleh masyindo (maupun masyarakat asing) di manapun mereka berada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 29 – 31 Januari 2008 KBRI-Hanoi memfasilitasi penyampaian dukacita dan belasungkawa itu melalui pengisian buku belasungkawa di Wisma Duta, Jalan Ngo Quyen No. 50, Hanoi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mengerti bahwa ada prokon (pro dan kontra) berkaitan dengan Pak Harto. Tetapi ketika beliau wafat, yang selayaknya dilakukan adalah melakukan takziyah dan mendoakan arwah beliau. Itu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana dengan prokon? Ya, selayaknya tetap dilakukan proses yang selayaknya dilakukan secara hukum agar soal yang menjadi prokon dapat dituntaskan. Itu barangkali juga akan menjadi pembelajaran bagi bangsa kita di masa yang akan datang agar tidak menunda-nunda persoalan dan selalu menuntaskan setiap persoalan dengan (cara) sebaik-baiknya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Selamat jalan Pak Harto. [rpi]&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8466777406202389664-7256219811459137701?l=hanoidotcom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanoidotcom.blogspot.com/feeds/7256219811459137701/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8466777406202389664&amp;postID=7256219811459137701' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466777406202389664/posts/default/7256219811459137701'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466777406202389664/posts/default/7256219811459137701'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanoidotcom.blogspot.com/2008/01/selamat-jalan-pak-harto.html' title='Selamat Jalan Pak Harto'/><author><name>Anh Pandji</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_2kC51b4Uffc/R-teoiDEqiI/AAAAAAAAANk/AhztzIrrkDc/S220/Tempe+RPI.bmp'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_2kC51b4Uffc/R6GYQ2oWWoI/AAAAAAAAAD8/sG552iI9lCo/s72-c/Bendera+di+KBRI.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8466777406202389664.post-6317946229124495321</id><published>2008-01-30T00:02:00.000-08:00</published><updated>2008-01-30T19:29:05.314-08:00</updated><title type='text'>Welcome to Hanoi - EGP part 2</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_2kC51b4Uffc/R6AxnGoWWhI/AAAAAAAAADE/w_-ljRe45Yg/s1600-h/DSCN2065.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5161179720831097362" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_2kC51b4Uffc/R6AxnGoWWhI/AAAAAAAAADE/w_-ljRe45Yg/s320/DSCN2065.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ilustrasi: Trotoar di jalan Hang Luoc, Hanoi&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_2kC51b4Uffc/R6AwIWoWWgI/AAAAAAAAAC8/Ep8x8dq34Pg/s1600-h/DSCN1391.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5161178093038492162" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_2kC51b4Uffc/R6AwIWoWWgI/AAAAAAAAAC8/Ep8x8dq34Pg/s320/DSCN1391.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ilustrasi: Trotoar di jalan Kim Ma, Hanoi&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;EGP, lagi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini mungkin dapat dijadikan semacam ‘travel warning’ bagi siapa saja yang berkunjung ke Vietnam. Duh … kayaknya serem banget ya? Tidak serem-serem amat sih, tapi kalau kurang waspada bisa berakibat fatal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, siapapun, di manapaun, kapanpun (hehehe ... seperti bunyi iklan minuman saja) kalau sedang berjalan kaki untuk sight seeing ataupun city tour di kota-kota di Vietnam, harap anda waspada dan ekstra hati-hati sekalipun anda sedang berada di trotoar (pedestrian). Kenapa? Karena seolah tidak ada aturan bagi pengendara motor di sana, sehingga mereka bisa melaju dengan seenak mereka dan secara tiba-tiba muncul dari segala arah: baik dari depan, belakang, samping kanan dan samping kiri) di dekat anda berjalan (di trotoar ataupun di tepi jalan). Bahkan merekapun (para pengendara motor) tidak segan-segan menghidupkan klakson motor mereka sekalipun anda sedang berada (berjalan) di trotoar yang notabene seharusnya tempat yang nyaman buat pejalan kaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sering mengalami hal itu, hampir tertabrak sepeda motor, ketika berjalan di trotoar, baik ketika sedang berada di daerah old quarter (Hanoi) maupun di seputaran Ben Thanh market (HCMC). Itu karena, tanpa diduga, tiba-tiba sepeda motor-sepeda motor melintas dari berbagai arah di trotoar yang sedang saya gunakan. Bahkan sepeda motor itu juga masuk ke area di dalam pasar tradisional dimana orang-orang sedang ramai berbelanja ataupun di gang-gang yang sempit di sebuah perkampungan. Olala! &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Sebagaimana di negeri kita, fungsi trotoar pada umumnya tidak dapat sepenuhnya dinikmati oleh pejalan kaki karena telah berubah fungsi (multi fungsi) ie. untuk bisnis, untuk kegiatan sosial, kegiatan olah-raga, dan lain sebagainya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5161476803718961714" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_2kC51b4Uffc/R6E_zmoWWjI/AAAAAAAAADU/qK624bKJCyA/s320/DSCN1878.JPG" border="0" /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ilustrasi: Hmmm ... trotoar yang nyaman dan asri, di Boulevard Van Phuc, Kim Ma, Hanoi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari sikap EGP orang Vietnam, tapi makin hari makin banyak saja wisatawan yang berkunjung ke Vietnam. Misalnya, tahun 2007 lalu, Kota Hanoi saja telah dikunjungi oleh 1,3 juta orang asing dan target kunjungan orang asing ke Vietnam pada tahun 2008 ini adalah 5 juta orang (naik 19% dibanding tahun 2006). Tapi, saya yakin. Kalau 'sektor' (kenyamanan pejalan kaki di pedestrian) ini dapat mereka perbaiki maka jumlah wisatawan yang berkunjung akan lebih banyak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Welcome to Vietnam. Selamat berwisata, dan waspadalah. [rpi]&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8466777406202389664-6317946229124495321?l=hanoidotcom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanoidotcom.blogspot.com/feeds/6317946229124495321/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8466777406202389664&amp;postID=6317946229124495321' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466777406202389664/posts/default/6317946229124495321'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466777406202389664/posts/default/6317946229124495321'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanoidotcom.blogspot.com/2008/01/welcome-to-hanoi-egp-part-2.html' title='Welcome to Hanoi - EGP part 2'/><author><name>Anh Pandji</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_2kC51b4Uffc/R-teoiDEqiI/AAAAAAAAANk/AhztzIrrkDc/S220/Tempe+RPI.bmp'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_2kC51b4Uffc/R6AxnGoWWhI/AAAAAAAAADE/w_-ljRe45Yg/s72-c/DSCN2065.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8466777406202389664.post-8465201532662539349</id><published>2008-01-27T23:35:00.001-08:00</published><updated>2008-01-29T23:20:07.756-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='musim dingin'/><title type='text'>Hanoi di Musin Dingin</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_2kC51b4Uffc/R6AkrWoWWfI/AAAAAAAAAC0/vPsiPt3qSXs/s1600-h/DSCN1374.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5161165500194380274" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_2kC51b4Uffc/R6AkrWoWWfI/AAAAAAAAAC0/vPsiPt3qSXs/s320/DSCN1374.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ilustrasi: Thu Le Lake-Hanoi, di musim dingin &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(mungkin tidak berlaku bagi kedua pasang kekasih itu) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;***********&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Suatu saat kalau anda akan bepergian ke Vietnam, khususnya di bagian utara (northern) ie. Hanoi, Ha Long, Lang Son, Sapa dan lain-lainnya, pada bulan-bulan antara Desember – Maret maka sebaiknya anda berbekal baju tebal alias sweater, jaket maupun baju hangat dan sejenisnya. Mengapa itu harus dilakukan? Karena pada kurun waktu itu (di tempat-tempat yang saya sebutkan tadi) sedang dalam cuaca dingin. Seperti pada saat ini, suhu udara berkisar 10 derajad celcius dengan kelembaban yang tinggi, sekitar 90 persen. Kelembahan udara seperti itulah yang membuat orang-orang, yang bahkan terbiasa tinggal di daerah dingin sekalipun ie. Amerika, Eropa, Jepang, Korea dan sebagainya, juga merasa kedinginan ketika berada di Hanoi pada saat-saat seperti sekarang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk melawan cuaca dingin itu, biasanya saya mengenakan baju berlapis. Lapisan pertama, tentu saja baju dalam (&lt;em&gt;underwear&lt;/em&gt;). Lapisan keduanya adalah baju dalam lengan panjang (&lt;em&gt;long john&lt;/em&gt;) baik untuk bagian ‘atas’ maupun ‘bawah’nya, mudah-mudahan anda mengerti apa yang saya maksudkan, hehehe … Lapisan ketiganya, barulah baju yang kita kenakan. Lapisan keempat, biasanya, berupa sweater. Lapisan kelima, barulah jaket tebal. Cukup berlapis, bukan? Barangkali tak berlebihan kalau disebut pakaian ‘kue lapis’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana cara orang Hanoi melawan dinginnya suhu udara itu? Sebagaimana diketahui bahwa seperti pada umumnya orang-orang Vietnam, masyarakat Hanoi memiliki kesukaan untuk minum. Maksudnya, minum bir (&lt;em&gt;bia hoi&lt;/em&gt;) atau minuman beralkohol lainnya. Itu juga mereka lakukan di musim dingin seperti saat ini. Selain itu, untuk melawan dingin, mereka juga biasa minum ‘&lt;em&gt;red wine’&lt;/em&gt; (anggur merah), bagi golongan menengah ke atas. Namun, bagi kebanyakan golongan, mereka umumnya minum sejenis ‘&lt;em&gt;rice wine&lt;/em&gt;’ (Hanoi Vodka).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanoi vodka itu berkadar alkohol sekitar 40 persen. Karenanya, dari baunya saja, menurut saya lebih mirip spirtus, yang umum digunakan oleh orang-orang di tanah air untuk menyalakan lampu petromax (lampu pompa) di jaman baheula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana bagi orang-orang yg bukan (termasuk) kelompok peminum di atas? Misalnya, saya sering memilih makan-makanan yang banyak mengandung bawang, baik merah maupun putih, jahe, lada, dan sebagainya. Favorit saya bila sedang dingin begini adalah makanan sejenis &lt;em&gt;shabu-shabu, suki ataupun ‘steamboat&lt;/em&gt;’. Itu karena kandungan bumbu-bumbunya yang mengandung rempah-rempah, penghangat badan, dan juga kuah dari supnya yang panas-panas itu. Oh …. bila musim dingin begini, teringat kampung halaman, dan merindukan adanya &lt;em&gt;skoteng, wedang ronde, bajigur, bandrek, angsle &lt;/em&gt;dan sejenisnya. Olala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah cara yang lain untuk melawan dingin? Tentu saja ada. Biasanya, bagi keluarga yang mampu atau di kantor-kantor di sana memiliki pemanas ruangan (&lt;em&gt;heater&lt;/em&gt;). Itulah sebabnya, di Hanoi, hampir setiap '&lt;em&gt;air conditioner'&lt;/em&gt; (AC) yang dijual di pasaran kebanyakan memiliki ‘&lt;em&gt;dual function&lt;/em&gt;’ (dapat digunakan untuk penyejuk maupun pemanas ruangan). Demikian juga AC di mobil memiliki peran ganda seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda memiliki tips lain untuk melawan dinginnya suhu udara? [rpi]&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8466777406202389664-8465201532662539349?l=hanoidotcom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanoidotcom.blogspot.com/feeds/8465201532662539349/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8466777406202389664&amp;postID=8465201532662539349' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466777406202389664/posts/default/8465201532662539349'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466777406202389664/posts/default/8465201532662539349'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanoidotcom.blogspot.com/2008/01/musim-dingin-di-hanoi.html' title='Hanoi di Musin Dingin'/><author><name>Anh Pandji</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_2kC51b4Uffc/R-teoiDEqiI/AAAAAAAAANk/AhztzIrrkDc/S220/Tempe+RPI.bmp'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_2kC51b4Uffc/R6AkrWoWWfI/AAAAAAAAAC0/vPsiPt3qSXs/s72-c/DSCN1374.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8466777406202389664.post-4577849409724469343</id><published>2008-01-23T19:28:00.001-08:00</published><updated>2008-01-27T22:45:43.252-08:00</updated><title type='text'>Hanoi vs HCMC?</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_2kC51b4Uffc/R5gNIGoWWcI/AAAAAAAAACQ/h0oVXhUbhxY/s1600-h/Hanoi+View-1.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5158887806022867394" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_2kC51b4Uffc/R5gNIGoWWcI/AAAAAAAAACQ/h0oVXhUbhxY/s320/Hanoi+View-1.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ilustrasi: some views of Hanoi&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_2kC51b4Uffc/R5gIImoWWbI/AAAAAAAAACI/pfKanvvS0Bw/s1600-h/HCMC+View-1.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5158882317054663090" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_2kC51b4Uffc/R5gIImoWWbI/AAAAAAAAACI/pfKanvvS0Bw/s320/HCMC+View-1.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ilustrasi: some views of HCMC. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Foto masjid dan penjual sepatu adalah koleksi &lt;a href="http://masyindo-vietnam.blogspot.com/"&gt;'masyindo HCMC'&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://masyindo-vietnam.blogspot.com/"&gt; &lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Banyak kawan yang sering salah menyebut nama kota, dimana saya berdomisili, di Vietnam. Tentu saja Hanoi dan Ho Chi Minh City (HCMC) itu dua kota yang berbeda. Hanoi adalah ibukota Republik Sosialis Vietnam (Vietnam), sedang HCMC (dahulu bernama Saigon) adalah kota bisnis di bagian Selatan Vietnam yang berjarak lebih kurang 1,750 km dari Hanoi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekilas informasi tentang Hanoi vs HCMC bagi yang akan bepergian ke Vietnam. &lt;strong&gt;Hanoi&lt;/strong&gt; adalah sebuah kota di bagian utara Vietnam. Penduduknya sekitar 3,4 juta (2007) dan memiliki 4 musim: dingin (Dec-Mar), semi (Apr-May), panas (Jun-Sep), dan gugur (Oct-Nov). Oleh karenanya, pada musim panas merupakan musim liburan bagi orang-orang Hanoi dan sekitarnya maupun bagi para expat yang tinggal disana. Musim panas biasanya merupakan saat terfavorit bagi para turis manca negara berkunjung ke Vietnam. Tentu saja, karena pada saat itu tempat-tempat favorit yang layak di kunjungi barangkali akan terlihat lebih ‘indah’ dibanding apabila dikunjungi pada saat musim dingin. Tetapi, tentu saja, adan dapat berkunjung ke Vietnam kapan saja, sesuai dengan schedule anda. Hehehe …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana umumnya masyarakat Vietnam, penduduk Hanoi dikenal sebagai masyarakat yang ramah. Makanya tidak berlebihan kalau pemerintah Vietnam mengklaim bahwa Hanoi sebagai kota teraman dan ternyaman di dunia. Hehehe … namanya juga klaim, sah-sah saja mereka mengkaliam demikian. Tapi, memang kenyataannya demikian. Tingkat criminal sangat rendah. Polisi yang kita jumpai di jalan-jalan hanya bermodalkan pentungan, bukan pistol (paling juga pistol air punya anak-anaknya, hehehe …). Namun itupun sudah sangat disegani oleh orang Vietnam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, keramahan itu, mungkin tidak akan sering anda jumpai di jalan-jalan. Beberapa contoh yang dapat saya sebutkan. Umumnya para pengendara (pengemudi kendaraan) di Hanoi sangat ‘cerewet’. Mereka suka sekali membunyikan klakson di setiap saat (dari pagi-malam) dan di manapun, tanpa mengenal ampun apakah itu di jalan raya maupun di sebuah gang kecil yang lebarnya hanya muat untuk sepeda motor. Mereka (pengendara) itu juga tidak ramah terhadap pejalan kaki. Karenanya, mungkin tidak berlebihan kalau saya menyebutkan bahwa menyeberang jalan di Hanoi merupakan salah satu hal yang paling tidak disukai dan tersulit dilakukan. Selain itu, mereka sangat-sangat &lt;span style="color:#6600cc;"&gt;&lt;a href="http://serbaserbi-hanoi.blogspot.com/2008/01/emang-gue-pikirin-egp.html"&gt;EGP (Emang Gue Pikirin)&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; ketika berada di jalan – baca spotlight tentang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari itu, Hanoi dikenal juga sebagai kota seribu danau (padahal danaunya sih ngga sampai seribu, itu hanya sebutan saja karena memang ada banyak danau di hanoi). Ada juga yang bilang sebagai &lt;strong&gt;kota sejuta toko&lt;/strong&gt; (kalo toko memang banyak, bahkan jutaan, entah siapa yang menghitungnya, hehehe ... dan sepertinya hampir setiap rumah adalah toko). Tetapi, ada pula yang menyebut sebagai &lt;strong&gt;'kota seribu satu malam'&lt;/strong&gt;. Mungkin maksudnya, tempat-tempat hiburan malamnya banyak banget, terutama karaoke yang hampir ada di setiap sudut jalan. Ada lagi yang menyebut Hanoi sebagai &lt;strong&gt;kota sejuta motor&lt;/strong&gt;, karena saking banyaknya motor di jalanan kota yang pada tahun 2010 nanti genap berusia 1.000 tahun itu. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan &lt;strong&gt;HCMC&lt;/strong&gt;? Nama Ho Chi Minh City (HCMC) berasal dari nama pemimpin kharismatik Vietnam, &lt;strong&gt;Ho Chi Minh&lt;/strong&gt;. Secara resmi nama kota Saigon berubah menjadi HCMC sejak &lt;strong&gt;1 May 1975&lt;/strong&gt; menyusul jatuhnya Vietnam Selatan ke penguasa Vietnam Utara, yang kemudian menyatukan seluruh daratan utara dan selatan menjadi satu Vietnam. Luasnya dua kali lebih dari Hanoi, begitupun penduduknya dua kali lebih dari populasi penduduk Hanoi. Itulah sebabnya, HCMC merupakan kota terbesar di Vietnam dan hampir separuh ekonomi negeri itu berpusat di kota ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa kali berkunjung ke HCMC selalu saya mendapati perubahan yang signifikan. Terakhir berkunjung ke kota itu (Jan-2008), saya menyaksikan perubahan yang begitu besar dibanding ketika berkunjung ke sana Sep-2004. Jalanan di kotanya menjadi lebih padat oleh kendaraan sebagaimana layaknya kota-kota besar di kawasan lain di Asean. Namun, suara nyaring dari bunyi klakson kendaraan di kota yang berpenduduk 6,1 juta (2006) itu tidak separah di Hanoi. Sedang gedung-gedung pencakar langitnya juga semakin padat di kawasan kotanya. Geliat ekonomi di kota yang hanya mengenal 2 musim, musim kemarau dan musim hujan, sebagaimana umumnya kota-kota di negeri kita itu sangat kentara kemajuannya. Pada 2007 lalu, GDP (Gross Domestic Product) kota itu mencapai USD 14,3 milyar dan Income Percapitanya mencapai USD 2.180 (12,6% dibanding 2006).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan keramahan penduduknya? Secara umum hampir sama saja dengan di Hanoi, tetapi orang-orang HCMC lebih terbuka, mungkin sebagai pengaruh pendudukan Amerika di masa silam. Maksud saya, orang HCMC tidak berbelit-belit dalam menyampaikan sesuatu sebagaimana orang Hanoi. Selain itu, secara umum orang Vietnam suka berbicara dengan suara yang keras, seperti orang yang sedang marah-marah atau merasa berada di dalam hutan sendirian. Harap siap-siap memakai penutup telinga kalau anda tidak tahan dengan hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu hal yang mungkin semacam prinsip (kiat) hidup dari kedua penduduk kota itu, Hanoi dan HCMC yang berbeda, yang saya ketahui setelah beberapa waktu tinggal di Vietnam. &lt;em&gt;Orang Hanoi adalah orang yang hemat dan rajin menabung, sedang orang HCMC lebih suka menghabiskan uangnya untuk bersenang-senang&lt;/em&gt;. Herannya, saya sudah bertahun-tahun tinggal di Hanoi tetapi belum &lt;em&gt;ketularan&lt;/em&gt; sikap hematnya orang Hanoi. Hehehe …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian saja dulu deh. Untuk info tempat-tempat yang layak dikunjungi, baik di Hanoi, HCMC maupun tempat-tempat lain di Vietnam, nantikan tulisan berikutnya.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8466777406202389664-4577849409724469343?l=hanoidotcom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanoidotcom.blogspot.com/feeds/4577849409724469343/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8466777406202389664&amp;postID=4577849409724469343' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466777406202389664/posts/default/4577849409724469343'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466777406202389664/posts/default/4577849409724469343'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanoidotcom.blogspot.com/2008/01/hanoi-vs-hcmc.html' title='Hanoi vs HCMC?'/><author><name>Anh Pandji</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_2kC51b4Uffc/R-teoiDEqiI/AAAAAAAAANk/AhztzIrrkDc/S220/Tempe+RPI.bmp'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_2kC51b4Uffc/R5gNIGoWWcI/AAAAAAAAACQ/h0oVXhUbhxY/s72-c/Hanoi+View-1.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8466777406202389664.post-6966514910181358052</id><published>2008-01-22T23:14:00.000-08:00</published><updated>2008-03-11T02:13:09.214-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='halal food'/><title type='text'>Welcome to Hanoi - Halal Food</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_2kC51b4Uffc/R5bqUGoWWYI/AAAAAAAAABs/Qi3BwpSO3x0/s1600-h/Hidangan+Halal.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5158568054297614722" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_2kC51b4Uffc/R5bqUGoWWYI/AAAAAAAAABs/Qi3BwpSO3x0/s320/Hidangan+Halal.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Ilustrasi: Hidangan halal pada saat "Open House-Idul Fitri" di Cau Giay &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Untuk mendapatkan makanan halal (&lt;em&gt;content&lt;/em&gt;) tidaklah mudah bagi muslim yang tinggal di Hanoi. Itu saya alami pada saat pertama kali tinggal di kota empat musim yang terkadang disebut sebagai &lt;em&gt;Thang Long City&lt;/em&gt; itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat awal-awal tinggal, referensi saya tentang rumah makan yang menyediakan masakan halal sangat terbatas. Saat itu yang saya jumpai hanyalah rumah makan “&lt;strong&gt;Mother Pride&lt;/strong&gt;” di Jalan Ba Trieu. Rumah makan yang saat ini sedang dalam tahap renovasi itu dimiliki oleh seorang kawan Malaysia yang menikah dengan orang (istri) local. Beberapa waktu kemudian, beberapa hotel di Hanoi mulai menyediakan makanan halal, mereka juga mendatangkan &lt;em&gt;chef&lt;/em&gt; (juru masak) khusus dari Indonesia untuk masakan halal, sebut saja: Heritage Hotel (di Jalan Giang Vo), Fortuna Hotel (di Jalan Lang Ha, dan &lt;strong&gt;Melia Hanoi Hotel&lt;/strong&gt; (di Jalan Ly Thuong Kiet).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja saya sangat senang dengan fenomena itu. Bahkan saya menjadi sangat (mengenal) dekat dengan ketiga &lt;em&gt;chef&lt;/em&gt; di ketiga hotel tersebut karena memang tidak banyak masyarakat Indonesia (masyindo) yang tinggal di Hanoi. Seiring berjalannya waktu, &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#993300;"&gt;Heritage Hotel dan Fortuna Hotel tidak lagi menyediakan makanan halal&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;. &lt;em&gt;Indonesian chef&lt;/em&gt; di kedua hotel itupun sudah kembali ke tanah air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang diadakannya Sea Games ke XXIII di Hanoi seorang kawan Malaysia Ben Taat Alias) yang beristrikan orang lokal mendirikan “&lt;strong&gt;Nisa Restaurant&lt;/strong&gt; – &lt;strong&gt;Halal&lt;/strong&gt;” yang berlokasi di Jalan Nguyen Huu Huan No. 90. Kiranya pendirian restaurant itu sangatlah tepat waktu (&lt;em&gt;moment&lt;/em&gt;). Keruan saja hampir semua kontingan dari negara-negara yang atletnya “halal concern” saat itu menjadi pelanggan dadakan restonya Pak Ben tadi. Sungguh pemilihan &lt;em&gt;timing&lt;/em&gt; yang sangat tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, bagaimana mendapatkan daging (&lt;em&gt;meat&lt;/em&gt;) halal di Hanoi? Beberapa tempat yang dapat dijadikan rujukan untuk mendapatkan daging ayam/sapi/kambing halal saat ini adalah: &lt;strong&gt;Masjid An-Noor (Mr.. Mo Ha Mad), Nisa Restaurant, dan seorang kawan Bangladeshi&lt;/strong&gt; yang berprofesi sebagai penyedia halal meat untuk beberapa restaurant penyedia halal food seperti: &lt;strong&gt;Khazaana Indian Restaurant (&lt;/strong&gt;di Jalan Tong Dan No. 1C&lt;strong&gt;)&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;Shalimar Pakistani Restaurant&lt;/strong&gt; (di Jalan Ma Mai No. 63, Lantai 2). Atau, kalau lagi senggang, menyembelih ayam sendiri untuk mendapatkan daging ayam halal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa sih seorang muslim harus menjadi &lt;em&gt;halal concern&lt;/em&gt;? Itu semata-mata demi mencari ridla Sang Pencipta (Allah SWT). Makanan yang sumbernya halal, cara penyembelihannya halal dan dimasak secara halal, insya Allah menjadi sumber tenaga (kehidupan) bagi seorang muslim yang kelak melahirkan generasi yang berpikiran dan berperilaku “halal” pula. Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;”Hai sekalian manusia, makanlah (ambillah) yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu” (al-Baqarah: 168)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8466777406202389664-6966514910181358052?l=hanoidotcom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanoidotcom.blogspot.com/feeds/6966514910181358052/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8466777406202389664&amp;postID=6966514910181358052' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466777406202389664/posts/default/6966514910181358052'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466777406202389664/posts/default/6966514910181358052'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanoidotcom.blogspot.com/2008/01/welcome-to-hanoi-halal-food.html' title='Welcome to Hanoi - Halal Food'/><author><name>Anh Pandji</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_2kC51b4Uffc/R-teoiDEqiI/AAAAAAAAANk/AhztzIrrkDc/S220/Tempe+RPI.bmp'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_2kC51b4Uffc/R5bqUGoWWYI/AAAAAAAAABs/Qi3BwpSO3x0/s72-c/Hidangan+Halal.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8466777406202389664.post-6258705467178772893</id><published>2008-01-08T23:01:00.000-08:00</published><updated>2008-01-11T01:42:46.446-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='good morning'/><title type='text'>Welcome to Hanoi - Good Morning!</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_2kC51b4Uffc/R4WOjBtZwLI/AAAAAAAAABE/mOaj-RBleyA/s1600-h/Hanoi+Sekilas.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5153682081000833202" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_2kC51b4Uffc/R4WOjBtZwLI/AAAAAAAAABE/mOaj-RBleyA/s320/Hanoi+Sekilas.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Ilustrasi: Bersepeda (motor) di Hanoi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Banyak kesan yang saya peroleh (alami) selama lebih kurang 10 tahun tinggal di Kota Hanoi. Awalnya, ketika kami akan berangkat ke Vietnam untuk 'mencari' penghidupan yang lebih baik, kami menerima banyak nada minor. Misalnya: buat apa ke Vietnam, mau cari bom? Apa tidak takut dengan Vietcong? Apa tidak takut dengan 'Vietnam Rose'? Dan lain sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Namun, berkat dukungan keluarga, terutama Rennie dan Mamah, maka keputusan untuk menjadi TKI (baca: Tenaga Kerja Indonesia) di Vietnam kami jalani. Komentar-komentar yang bernada minor itu kami jadikan pelecut dan kami anggap sebagai perhatian (kekhawatiran) dari orang-orang yang sayang terhadap kami. Hehehe ... kayak mau perang aja!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Tentu saja pada saat awal-awal tinggal di Hanoi, beberapa kendala kami hadapi. Apalagi saat itu, akhir 1997, keadaan Hanoi tidaklah 'semeriah' seperti sekarang. Kami masih ingat bahwa untuk mendapatkan barang-barang kebutuhan sehari-hari, hanya ada dua tempat rujukan, yaitu: L'S Place (sekarang Dan's Shop) yang terletak di pelataran parkir Kim Ma, dekat Daewoo Hotel dan minimarket di Jalan Ba Trieu 66. Sekarang sih minimarket dan supermarket, bahkan hypermarket sudah bertebaran di Hanoi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Saya juga masih teringat, pada awal-awal tinggal di Kota Thang Long (dragon) itu, jalanannya lebih didominasi oleh sepeda dan sepeda motor. Mungkin ratio-nya 70:30. Namun, saat sekarang ratio antara sepeda, sepeda motor dan mobil sudah berubah banyak. Lebih kurang 20:60:20. Itulah mengapa, kalau dulu kami tidak pernah merasakan kemacetan di jalan, maka sekarang kemacetan di jalan sudah hampir menjadi 'menu' sehari-hari sebagaimana layaknya dirasakan oleh warga di kota-kota besar lainnya di Asean.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;So, welcome to Hanoi. Good morning ...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8466777406202389664-6258705467178772893?l=hanoidotcom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanoidotcom.blogspot.com/feeds/6258705467178772893/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8466777406202389664&amp;postID=6258705467178772893' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466777406202389664/posts/default/6258705467178772893'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466777406202389664/posts/default/6258705467178772893'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanoidotcom.blogspot.com/2008/01/welcome-to-hanoi-good-morning-under.html' title='Welcome to Hanoi - Good Morning!'/><author><name>Anh Pandji</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_2kC51b4Uffc/R-teoiDEqiI/AAAAAAAAANk/AhztzIrrkDc/S220/Tempe+RPI.bmp'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_2kC51b4Uffc/R4WOjBtZwLI/AAAAAAAAABE/mOaj-RBleyA/s72-c/Hanoi+Sekilas.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8466777406202389664.post-5201943920239750303</id><published>2007-12-27T00:56:00.000-08:00</published><updated>2008-01-11T01:41:11.933-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='home'/><title type='text'>Welcome to Hanoi - Home</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_2kC51b4Uffc/R4SVqRtZwKI/AAAAAAAAAA8/aUn_96I88YM/s1600-h/Rumah+B3.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5153408427159568546" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_2kC51b4Uffc/R4SVqRtZwKI/AAAAAAAAAA8/aUn_96I88YM/s320/Rumah+B3.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;1 Oktober 1997&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;. Ya, itu lebih dari 10 tahun yang lalu. Saya dan keluarga (Rennie dan &lt;a href="http://randyfdj.multiply.com/"&gt;Randy&lt;/a&gt; yang saat itu baru berumur 1,5 th) saat pertama kami tiba di Hanoi. Ketika itu kami tinggal di Madison Hotel yang berada di Bui Thi Xuan Street selama 2 minggu. Hotel itu sendiri, beberapa tahun kemudian, oleh pemiliknya, Keluarga Doan Van An disewakan kepada seseorang untuk dijadikan klinik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Setelah dua minggu tinggal di hotel, kami pindah ke sebuah apartemen Blok D-1 di bilangan diplomatic quarter (Van Phuc Diplomatic Quarter), di Kim Ma Street, Ba Dinh District, Hanoi atas referensi dan bantuan rekan Vietnam sekantor saya, Vu Chi Dzung (saat ini ybs menjadi salah satu direktur di Hyundai Motor Vietnam). Atas bantuan Dzung itu, meskipun saya dari swasta, dapat tinggal di komplek diplomatik yang dikelola oleh Deplu Vietnam itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Seingat saya, saat itu kurs 1 dolar (USD) terhadap VND (Vietnam Dong) sekitar 11.000, sedang kurs 1 dolar terhadap Rupiah (IDR) sekitar 3.300 (1 IDR = 3,33). Namun, saat ini VND semakin menguat terhadap IDR, karena kurs 1 dolar = 16.100 sedang 1 dolar = 9.300 atau 1 IDR = 1,73! Jadi, mata uang kita semakin melemah terhadap mata uang negeri Paman Ho itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;19 Mei 2000&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;. Sekitar 2 minggu sebelum kelahiran Rania, kebetulan tanggal lahir Rania 19 Mei sama dengan tanggal kelahiran pemimpin revolusioner Vietnam yang sangat dihormati, Ho Chi Minh, kami pindah apartemen dari Blok D1-401 ke Blok B3-101. Kami sengaja pindah tempat agar mendapatkan tambahan kamar tidur, maklum saat tinggal di D1 kami hanya memiliki satu kamar tidur, sedang di B3 ada dua kamar tidur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Belum genap setahun tinggal di Blok B3 itu, kami diminta oleh pihak pengelola apartemen untuk pindah ke Blok A1-205, dengan iming-iming, kondisi rumah dan kamar yang lebih baik dan semua biaya pindah, termasuk pemasangan sambungan telpon dan lain sebagianya atas tanggungan pengelola.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Hanya sekitar dua tahun kami tinggal di Blok A1-205, seiring bertambah besarnya Randy dan Rania, maka kami pindah lagi, masih di Blok yang sama, tetapi ke lantai yang lebih tinggi, yaitu di Room No. 507-508 (dengan 3 kamar tidur).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Apakah itu 'pindah-pindahan' kami yang terakhir selama kami tinggal di Hanoi? Ternyata tidak. berawal dari pertemuan Rennie dengan Laurence (mamanya Bibi, temannya Randy di French School) maka kami pindah ke Hanoi International Water Suplly Village di Vila No. B3. Tempat baru itu terletak di kawasan &lt;a href="http://djausin.multiply.com/"&gt;Cau Giay&lt;/a&gt;, tepatnya di Jalan Doan Ke Thien, Mai Dich. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Kami sangat menyukai tempat 'baru' ini. Alasannya? Lingkungannya, sangat asri dan tenang. Itu yang membuat anak-anak, dan ayah-ibunya juga, sangat senang tinggal di tempat baru itu karena ada fasilitas kolam renang, play ground, tennis court, mini golf driving range, dan anak-anak dapat bermain sepeda tanpa takut ada kendaraan yang lalu-lalang sebagaimana ketika masih tinggal di Van Phuc Diplomatic Apartment dulu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8466777406202389664-5201943920239750303?l=hanoidotcom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hanoidotcom.blogspot.com/feeds/5201943920239750303/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8466777406202389664&amp;postID=5201943920239750303' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466777406202389664/posts/default/5201943920239750303'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8466777406202389664/posts/default/5201943920239750303'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hanoidotcom.blogspot.com/2007/12/good-morning-vietnam.html' title='Welcome to Hanoi - Home'/><author><name>Anh Pandji</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_2kC51b4Uffc/R-teoiDEqiI/AAAAAAAAANk/AhztzIrrkDc/S220/Tempe+RPI.bmp'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_2kC51b4Uffc/R4SVqRtZwKI/AAAAAAAAAA8/aUn_96I88YM/s72-c/Rumah+B3.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
